4 Cara Meningkatkan Hormon Estrogen dengan Ampuh

Kompas.com - 04/09/2020, 09:32 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Salah satu hormon yang banyak dikenal adalah hormon estrogen. Estrogen adalah hormon yang diproduksi di ovarium, dan sering dikaitkan dengan sistem reproduksi wanita.

Dalam jurnal Current Topics in Developmental Biology, hormon estrogen terlibat dalam reproduksi wanita dan pria, serta sistem biologis lainnya seperti sistem neuroendokrin, vaskular, kerangka, dan kekebalan tubuh.

Hormon estrogen dianggap sebagai hormon seks karena mengatur perkembangan seksual pada wanita.

Namun, pada beberapa kondisi, wanita bisa memiliki kadar estrogen yang rendah. Kondisi ini bisa normal seperti ketika menopause, bisa juga sebagai tanda adanya gangguan hormon.

Rendahnya kadar estrogen bisa mempengaruhi kesuburan wanita bahkan mood. Karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan hormon estrogen.

Untuk meningkatkan hormon estrogen bisa dilakukan dengan terapi. Ada beberapa cara alami yang juga dapat dicoba, tetapi masih belum ada metode yang terbukti secara ilmiah.

Baca juga: Hamil dan Menyusui Menjauhkan Wanita dari Menopause Dini

Namun, beberapa perubahan gaya hidup dan pola makan dapat membantu meningkatkan hormon estrogen. Berikut ini caranya.

1. Terapi Penggantian Hormon
Terapi penggantian hormon dapat digunakan untuk mengobati estrogen rendah. Biasanya, dokter akan meresepkan terapi penggantian hormon (HRT) untuk wanita yang memiliki kadar estrogen yang rendah.

Terapi hormon biasanya dilakukan untuk wanita yang sudah memasuki masa menopause. Pada beberapa perempuan, ketika memasuki masa menopause, kadar estrogen menurun drastis dan menimbulkan gangguan.

Mengutip jurnal Drugs in Context, terapi hormon efektif sebagai pencegahan defisiensi estrogen jangka panjang. Meskipun sudah menopause, estrogen masih dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan lain-lain.

Namun, tidak semua perempuan yang mengalami menopause membutuhkan terapi penggantian hormon. Jadi, penggunaanya harus melalui diskusi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (dokter kandungngan). Terapi ini bisa memiliki beberapa efek samping seperti perut kembung, sakit kepala, dan perdarahan vagina.

Baca juga: Tanda Timbunan Lemak Perut yang Dipengaruhi Hormon

IlustrasiPexels Ilustrasi

2. Konsumsi vitamin B dan D
Vitamin B memiliki peran penting dalam penciptaan dan aktivasi estrogen dalam tubuh. Kadar vitamin B yang rendah dapat menyebabkan berkurangnya kadar estrogen.

Journal of Nutrition, melakukan studi yang membandingkan kadar vitamin B dengan risiko kanker payudara pada wanita pre-menopause. Hasilnya, kadar vitamin B2 dan B6 yang lebih tinggi dikaitkan dengan rendahnya risiko kanker payudara.

Sementara, mengonsumsi makanan atau suplemen tinggi vitamin D juga menjadi salah satu cara meningkatkan hormon estrogen. Vitamin D dan estrogen mampu bekerja bersama untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Perhatikan, Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D

3. Konsumsi Kedelai
Kacang kedelai dan produk kedelai seperti tahu dan miso adalah sumber fitoestrogen yang bagus. Fitoestrogen meniru estrogen dalam tubuh dengan berikatan pada reseptor estrogen. Mengonsumsi makanan ini juga menjadi cara alternatif dalam meningkatkan hormon estrogen.

Satu penelitian dalam Journal of the American Medical Association, menyebutkan bahwa asupan kedelai yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko kematian akibat kanker payudara yang lebih rendah.

Namun, jika Anda memiliki bentuk alergi terhadap produk kedelai, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsinya.

4. Pengobatan herbal
Chasteberry adalah obat herbal tradisional yang paling terkenal karena penggunaannya dalam berbagai kondisi ginekologis, seperti PMS (penyakit menular seksual).

Menurut jurnal Pharmacognosy yang meneliti tentang tumbuhan spesies vitex termasuk chasteberry, ditemukan bahwa tanaman ini mampu menunjukkan efek estrogenik dengan dosis 0,6 dan 1,2 gram per kilogram berat badan.

Manfaat-manfaat ini kemungkinan besar karena adanya fitoestrogen dalam tumbuhan chasteberry yang disebut apigenin. Mengonsumsi chasteberry juga dapat dicoba untuk meningkatkan hormon estrogen.

Baca juga: Menopause pada Pria, Apa Bedanya dengan Wanita?

Artikel ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Parenting.Orami.co.id



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X