Kompas.com - 04/09/2020, 10:51 WIB
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Body shaming atau mempermalukan orang lain dengan menyinggung bentuk tubuhnya seringkali terlontar lewat bercanda dengan teman.

Perkataan basa basi seperti “Wah, kamu sekarang tambah gemuk, ya” atau “Kamu pasti kelihatan lebih cantik jika kurusan dikit” adalah contohnya.

Kalimat-kalimat seperti ini adalah bentuk body shaming yang sering dianggap sepele oleh banyak orang.

Meski tujuannya adalah bercanda atau agar pendengarnya memulai kebiasaan sehat, nyatanya hal ini malah menimbulkan efek negatif.

Sebuah studi menyatakan, body shaming malah akan membuat korbannya benci terhadap dirinya sendiri atau bahkan meneruskan pola makannya ke titik ekstrim sehingga semakin tidak sehat.

Tidak hanya itu, depresi hingga memiliki kecenderungan untuk bunuh diri juga bisa muncul sebagai dampak body shaming.

Oleh karena itu, kebiasaan mempermalukan orang lain karena bentuk tubuhnya harus dihentikan.

Baca juga: Seperti Tara Basro, Yuk Mulai Cintai Bentuk Tubuh Kita..

Apa itu body shaming?

Body shaming adalah tindakan mengolok-olok bentuk tubuh orang lain. Baik dengan tujuan bercanda atau benar-benar menghina.

Korban body shaming sering kali adalah wanita gemuk. Namun hal ini juga berlaku untuk kaum pria dan mereka yang bertubuh kurus.

Kegiatan mengolok-olok juga semakin sering terjadi di media sosial, yang tak jarang berubah menjadi cyberbullying. Olok-olok ini dapat menyebabkan masalah psikologis pada korbannya.

Apakah kamu pelaku body shaming?

Standar sosial dan kebiasaan yang sudah turun temurun dilakukan membuat body shaming sering dipandang sebagai sesuatu yang biasa.

Padahal, dampak perilaku ini bisa sangat berbahaya baik secara fisik maupun mental orang yang menerimanya.

Seringkali, pelaku body shaming tidak sadar bahwa mereka sudah melakukan perilaku tersebut.

Berikut ini adalah tanda-tanda seseorang berpotensi melakukan body shaming.

  • Merasa lebih baik dari orang-orang yang obesitas atau memiliki kelebihan berat badan
  • Sering mencela dan mengomentari bentuk tubuh orang gemuk dan berlindung dibalik kata “bercanda” untuk menetralkan perilaku negatifnya
  • Menggunakan bentuk tubuh orang lain sebagai usaha untuk terlihat lucu di depan orang lain
  • Membiarkan orang lain memberikan celaan atau komentar negatif seputar bentuk tubuh seseorang
  • Melihat badan langsing atau ideal sebagai bukti kesuksesan, keberhasilan mengontrol diri, dan ukuran kebahagiaan
  • Menghakimi keputusan orang lain soal pilihan yang diambil untuk tubuhnya
  • Menilai orang lain berdasarkan ukuran tubuhnya
  • Memandang rendah orang lain yang bentuk atau ukuran tubuhnya tidak sesuai dengan standar diri sendiri

Baca juga: Polusi Visual Sedang Viral, Ketahui Dulu Pengertiannya

Bahaya body shaming

Banyak alasan digunakan untuk menetralkan perilaku body shaming. Seringkali, perkataan-perkataan menyakitkan itu disebut "hanya bercanda". Tentu, hal tersebut tidaklah benar.

Sebab, perilaku yang dibilang bercanda ini, bisa membahayakan orang yang menerimanya, baik secara fisik maupun psikologis. Apa saja akibatnya?

Menurunkan rasa percaya diri korban

Korban body shaming rentan mengalami rasa rendah diri dan marah kepada dirinya sendiri.

Mereka seolah terdoktrinasi oleh perkataan orang lain sehingga cenderung selalu melihat bentuk fisiknya dari sisi yang negatif. Hal ini juga meningkatkan gangguan psikologis pada korbannya.

Baca juga: 8 Cara Mudah Tingkatkan Rasa Percaya Diri

Meningkatkan risiko obesitas

Orang gemuk yang menjadi korban olok-olok, sering kali mengalami peningkatan berat badan yang signifikan.

Studi lain menunjukkan 6.157 peserta non-obesitas yang mengalami diskriminasi karena bentuk tubuhnya, 2,5 kali lebih rentan mengalami obesitas di tahun-tahun mendatang.

Body shaming kepada orang gemuk juga meningkatkan risiko binge eatingdisorder pada korbannya.

Baca juga: Terus Makan Meski Kenyang? Mungkin Kamu Mengidap Binge Eating

Meningkatkan risiko bunuh diri

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, korban mudah mengalami masalah psikologi seperti depresi.

Meski tidak ada hubungan langsung antara body shaming dengan bunuh diri, depresi yang ditimbulkan olehnya tentu berkaitan. Depresi merupakan salah satu penyebab utama seseorang bunuh diri.

Baca juga: Dapat Sebabkan Bunuh Diri, Ini Bahaya Body Shaming

Bagaimana caranya menghentikan body shaming?

Jika kamu adalah seseorang yang sering memberikan komentar atau mengucapkan lelucon berkaitan dengan topik tubuh teman atau orang lain, ada baiknya mulai sekarang mengganti topik bercanda ke hal lain.

Namun, jika kamu yang menjadi korban body shaming ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Mengganti topik

Hal paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti topik pembicaraan. Bila seseorang mengkritik penampilanmu, segera ganti topik pembicaraan.

Contohnya, kamu dapat mengganti arah pembicaraan dengan bertanya mengenai kabarnya.

Menyatakan bahwa kamu memiliki cara sendiri

Orang-orang memang sering merasa bahwa mereka memiliki cara yang paling benar. Namun, kamu dapat memberitahukannya bahwa kamu juga memiliki cara untuk menjaga bentuk tubuh dan kesehatan.

Misalnya, jika seseorang terlalu menekankan bahwa kamu perlu mencoba diet tertentu, kamu dapat menegaskan bahwa bisa menjaga kesehatan diri dengan pola makan yang sehat tanpa diet khusus tertentu.

Nyatakan perasaan secara jujur

Saat seseorang memberikan kritikan kepada tubuhmu, kamu bisa secara langsung menyatakan bahwa komentar yang diberikan menyakiti hati dan berharap mereka tidak pernah memberikan kritikan seperti itu lagi.

Lawan dengan hasil penelitian

Jika seseorang memberikan kritikan terhadap caramu menjaga kesehatan atau bentuk tubuhmu, kamu dapat membalasnya dengan riset atau fakta yang sudah terverifikasi.

Contohnya, kamu dapat menjawab bahwa menurut penelitian seseorang yang menghentikan asupan makanannya secara ekstrim justru berpotensi mengalami keinginan makan yang lebih besar nantinya.

Body shaming adalah perilaku buruk yang dapat menyakiti dan berisiko menyebabkan orang lain bunuh diri. Oleh karena itu, perilaku ini wajib dihentikan.

Baik secara langsung ataupun tidak, hindari terlibat dalam obrolan yang mencela fisik orang lain. 

Baca juga: Apa Itu Beauty Bullying, dan Bagaimana Menghentikannya

Kamu bisa memulainya dengan mengubah lelucon ke topik lain yang tidak menyinggung bentuk tubuh teman, saudara, atau orang lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.