Demi Kesehatan, Perlukah Ganti Minyak Goreng dengan Minyak Zaitun?

Kompas.com - 04/09/2020, 22:35 WIB
Ilustrasi minyak goreng Ilustrasi minyak goreng

KOMPAS.com - Minyak goreng adalah salah satu bahan dapur wajib yang dimiliki hampir oleh semua rumah tangga.

Minyak goreng dikenal memiliki kandungan lemak tinggi, termasuk lemak jenuh, asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda.

Minyak kelapa, yang biasa digunakan sebagai bahan memasak, mengandung sekitar 90 persen lemak jenuh.

Baca juga: Pakai Minyak Goreng Berulang Memicu Radikal Bebas

Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh, yakni lebih dari 20 gram untuk wanita dan 30 gram untuk pria per hari, membuat tubuh memproduksi kolesterol dalam tubuh.

Kondisi itu memicu meningkatnya risiko penyakit jantung.

Sebagian besar uji coba terkontrol secara acak menunjukkan, minyak kelapa memang meningkatkan kadar low density lipoprotein ( LDL).

LDL adalah kolesterol jahat yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Meski begitu, minyak kelapa juga meningkatkan kolesterol baik atau high density lipoprotein ( HDL), yang yang membawa LDL menjauh dari aliran darah.

Satu penjelasan mengapa makanan yang begitu tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol HDL adalah karena makanan itu mengandung asam laurat dalam jumlah yang relatif tinggi.

Kandungan ini terbukti meningkatkan kadar HDL dalam darah jauh lebih banyak daripada LDL.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X