Kompas.com - 05/09/2020, 21:45 WIB
|
Editor Wisnubrata

Namun, lanjut dia, kita perlu memahami pakem dari kebaya itu sendiri sebelum memutuskan untuk memakainya.

"Kebaya itu punya pakem. Bukaannya di bagian depan, kancing juga di bagian depan, lengan kiri dan kanan simetris," ucap Rahmi.

"Kalau kita hanya memakai atasan kebaya dan celana panjang jeans, maka itu belum bisa disebut berkebaya. Berkebaya adalah memakai atasan kebaya dan bawahan kain," ia menegaskan.

Ditambahkan olehnya, saat melakukan aktivitas sehari-hari atau traveling di perkotaan, ia hanya memakai kebaya dengan bawahan kain yang dililitkan, atau kain sarung.

"Itu kalau saya hanya jalan-jalan di tengah kota. Kalau mau naik gunung, dan saya harus mendaki tinggi, saya ada cara lain memakai kain, tidak dililitkan," katanya.

Rahmi juga mengingatkan agar kita lebih mencintai kebaya sebagai warisan budaya Indonesia.

"Kebaya itu busana yang Indonesia banget. Kalau bukan kita yang berusaha melestarikan kebaya, siapa lagi. Anak muda kalau lihat kebaya dan merasa kebaya tidak keren, mereka tidak mau pakai."

Baca juga: Mix and Match Kebaya-Sneakers Ala Wisni Indarto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.