Kompas.com - 12/09/2020, 13:58 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Program Young Social Entreprenurs (YSE) dari Singapore International Foundation kembali digelar di masa pandemi ini. Panitia telah memilih 29 pemuda yang mewakili 9 negara, salah satunya adalah tim dari Indonesia.

Sejak 2010, Program YSE memberi kesempatan untuk kaum muda dari berbagai negara yang dianggap membawa perubahan bagi sekitarnya. Mereka akan mengikuti program untuk mempelajari keterampilan yang makin memberdayakan dan memperkuat model bisnisnya.

Tahun ini, angkatan ke-11 program YSE memilih 29 orang yang telah mempresentasikan ide bisnis sosial mulai dari pemanfaatan teknologi baru untuk mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, dan menganjurkan cara alternatif untuk menyelamatkan lingkungan, hingga memberdayakan komunitas yang rentan melalui edukasi dan pelatihan kerja.

Indonesia diwakili oleh FebiAgil Ifdillah, CEO Neurafarm, perusahaan aplikasi untuk mengidentifikasi penyakit tanaman melalui foto.

Baca juga: Menumbuhkan Semangat Wirausaha Sosial lewat Youth Entrepreneur Camp

Workshop YSE ini terdiri dari rangkaian intensif webinar dan klinik bisnis yang dipimpin oleh para wirausahawan sosial, pemimpin, dan ahli strategi bisnis.

Peserta mendapatkan pengetahuan untuk menjadi wirausaha sosial yang efektif dalam sesi keuangan, pemasaran, dan pengukuran dampak. Mereka juga dapat berinteraksi dengan rekan-rekan sepemikiran dari berbagai negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama enam bulan ke depan, mereka akan dibimbing oleh konsultan bisnis terkemuka dari McKinsey & Company dan Temasek International, untuk membentuk semangat berwirausaha yang relevan dengan sektor mereka. 

"Meskipun kami tidak dapat membawa peserta YSE secara fisik ke Singapura tahun ini,
wadah digital menawarkan peluang baru untuk menumbuhkan energi, semangat inovatif, dan hasrat dari pemuda pembawa perubahan yang didorong oleh rasa tujuan sosial yang kuat," kata Ketua Singapore International Foundation, Ong Keng Yong.

Menurutnya, di masa tantangan ekonomi, iklim, dan tantangan kesehatan global, hal-hal tersebut bahkan menjadi lebih penting untuk mempercepat laju inovasi sosial.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.