Terlalu Jarang dan Terlalu Sering Kencing, Apa Bahayanya?

Kompas.com - 14/09/2020, 15:54 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Kita sering diberi tahu bahwa air kencing yang berwarna jernih adalah tanda bahwa kebutuhan cairan dalam tubuh sudah tercukupi.

Sebaliknya, jika warna air kencing kuning dan keruh, artinya tubuh masih kekurangan cairan.

Namun, bagaimana dengan kondisi buang air terlalu sering, atau bahkan terlalu jarang?

Pernahkah kita memikirkan hubungan frekuensi buang air kecil dengan kesehatan?

Baca juga: Waspadai, 4 Risiko Kesehatan akibat Sering Menahan Kencing

Ya, seberapa sering kita buang air kecil sebetulnya dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Ada pengaruh usia, pengobatan yang sedang dijalani, serta apa dan bagaimana kebiasaan kita minum, dan lainnya.

Namun secara umum, spesialis urologi Vannita Simma-Chiang, M.D. mengatakan, orang sehat akan buang air kecil rata-rata 3-4 kali dalam sehari.

Lalu, apa artinya jika kita buang air kecil lebih sering dan lebih jarang?

Jarang kencing

Jarang buang air kecil, artinya kita "pipis" hanya 1-2 kali dalam sehari. Biasanya, itu adalah tanda-tanda dehidrasi.

"Jika mengalami dehidrasi, urin menjadi sangat terkonsentrasi, dan membuat kita rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK)," kata Simma-Chiang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X