Kompas.com - 14/09/2020, 16:23 WIB
Ilustrasi gangguan pencernaan SHUTTERSTOCKIlustrasi gangguan pencernaan

KOMPAS.com - Gastroesofageal reflux disease (Gerd) adalah kondisi di mana dada terasa perih dan panas seperti terbakar.

Penyebab utama kondisi yang juga dikenal dengan sebutan heartburn ini adalah naiknya asam dari lambung ke kerongkongan

Kita bisa mengalami heartburn setelah mengonsumsi makanan pedas, atau memakai ikat pinggang yang terlalu ketat.

Baca juga: Sama-sama Penyakit Lambung, Ini Beda Gerd dan Maag

Nah, sensasi terbakar di dada bisa menjadi lebih parah saat kita berjuang untuk tidur di malam hari.

Mengapa demikian?

Ketika kita berada dalam posisi duduk atau berdiri, gravitasi membantu memindahkan makanan dari kerongkongan masuk ke dalam perut tempat makanan dicerna.

"Di saat kita berbaring, kita kehilangan bantuan gravitasi yang memungkinkan esofagus atau kerongkongan membersihkan makanan, empedu dan asam."

Demikian dijelaskan ahli gastroenterologi Dr Scott Gabbard, MD.

Scott Gabbard melanjutkan, kondisi itulah yang dapat membuat kita merasakan heartburn atau nyeri dada.

Tak sedikit orang yang memiliki pengalaman berbeda saat menderita heartburn, namun sebagian besar mengalaminya di malam hari, dan menjadi lebih sulit mengendalikan rasa nyeri.

Penyebab heartburn

Saat kita makan, makanan melewati tenggorokan dan kerongkongan menuju perut.

Otot kerongkongan bagian bawah mengendalikan terbukanya jalan antara kerongkongan dan perut.

Baca juga: Gerd Bisa Picu Asma Kambuh, Apa Sebabnya?

Jika kita tidak sedang menelan makanan, otot tersebut akan tertutup rapat.

Di saat otot kerongkongan bagian bawah gagal menutup setelah makanan lewat, isi asam lambung kita bisa naik kembali ke kerongkongan, atau disebut refluks.

Begitu asam lambung mengenai bagian bawah kerongkongan, kita akan merasakan sensasi terbakar. Inilah mengapa kondisi ini dinamakan heartburn.

"Sekitar satu dari 10 orang dewasa mengalami heartburn setidaknya sekali seminggu, dan satu dari tiga orang mengalaminya setiap bulan," kata Dr Gabbard.

Dia menambahkan, sekitar 10-20 persen orang dewasa di dunia mengalami Gerd kronis.

Dia lalu menyarankan cara berikut untuk mengurangi risiko heartburn:

1. Menurunkan berat badan

Indeks massa tubuh (BMI) memperhitungkan berat dan tinggi badan. Orang yang kelebihan berat badan, dengan indeks massa tubuh 25 atau lebih berisiko mengalami heartburn.

2. Berhenti merokok

Berhenti merokok wajib kita lakukan untuk mengurangi risiko heartburn.

Satu studi menemukan, ketika 141 pasien Gerd berhenti merokok, kondisi mereka 44 persen lebih baik.

Namun, pada 50 pasien Gerd yang belum berhenti merokok, mereka hanya mengalami perbaikan kondisi sebesar 18 persen.

Selain bermanfaat untuk meredakan heartburn, berhenti merokok juga membuat kita lebih sehat dalam berbagai hal.

3. Batasi makanan berlemak, terutama di sore hari

Bagi seseorang yang mengalami heartburn kronis, sebaiknya mengonsumsi makanan yang kurang dari 500 kalori, dan 20 gram lemak.

4. Beri jarak tiga jam antara waktu makan malam dan tidur

Perut butuh 4-5 jam untuk mengosongkan makanan, jadi sesudah makan, berikan jarak waktu tiga jam sebelum tidur.

Baca juga: Penyakit Gerd Gampang Kambuh karena Stres

5. Konsumsi obat pengurang asam

Obat yang sering diresepkan untuk penderita Gerd adalah penghambat pompa proton.

Meskipun dianggap aman, jika kita ingin mengonsumsi obat-obatan ini dalam jangka panjang, kita harus berkonsultasi dengan dokter.

6. Mengonsumsi obat alginat

Jika kita memerlukan obat untuk diminum sesuai kebutuhan, pertimbangkan konsumsi obat yang mengandung alginat.

Asam alginat adalah karbohidrat alami yang diproses dari rumput laut dan banyak digunakan pada bahan makanan olahan atau obat-obatan.

Alginat terbukti menjadi agen yang efektif untuk perut bila digunakan sesuai kebutuhan.

7. Hindari makanan yang sensitif bagi perut

Hindari makanan yang dapat memicu masalah pencernaan seperti tomat, lemon, produk susu, atau bahkan alkohol.

8. Gunakan body pillow

Gabbard merekomendasikan penggunaan body pillow yang membantu kita tidur miring dengan kepala terangkat.

Baca juga: Penderita Asam Lambung Gerd Jangan Tidur Setelah Sahur

Berbaring miring memungkinkan kandungan asam melewati otot kerongkongan bagian bawah ke dalam perut.

Dan, posisi kepala yang terangkat memudahkan makanan menuju ke sistem pencernaan.
 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X