Pendekatan Berbeda Puma dalam Desain Jersey Sepak Bola

Kompas.com - 14/09/2020, 18:31 WIB
Jersey Puma Jersey Puma
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Dalam dunia sepak bola, musim panas selalu ditandai dengan bursa transfer, turnamen internasional, serta peluncuran jersey terbaru.

Namun, kondisi itu tidak terjadi di tahun ini. Wajar saja demikian, sebab dunia tengah dilanda pandemi Covid-19. Akibatnya, seluruh jadwal mundur dari rencana awal.

Liga domestik di Eropa baru dimulai akhir pekan ini, nyaris tiga pekan dari laga final Liga Champions yang menobatkan Bayern Munchen sebagai juara usai mengalahkan Paris Saint-Germain 1-0.

Piala Eropa, ajang sepak bola paling bergengsi kedua di dunia setelah Piala Dunia, bahkan harus ditunda pelaksanaannya hingga tahun depan.

Karena pandemi, bursa transfer musim 2020/2021 digelar dalam waktu yang singkat. Dan hal itu juga berimbas pada jadwal peluncuran jersey untuk setiap tim.

Baca juga: Jersey Kandang AC Milan yang Terinspirasi Arsitektur Kota

Jersey Puma Jersey Puma
Dari berbagai label, bisa dibilang bahwa Puma menawarkan jersey sepak bola yang terlihat berbeda atau bisa dibilang lebih menonjol.

Label-label seperti New Balance, Nike, dan Adidas memang menghadirkan jersey dengan ciri khas mereka masing-masing.

Bedanya, Puma menggunakan pendekatan yang lebih "kuat" melalui desain yang lebih tegas dan mengacu pada ciri khas serta tradisi klub.

Sebuah jersey sepak bola umumnya dikatakan bagus apabila jersey tersebut tidak hanya cocok dipakai para pemain di lapangan, melainkan juga bisa menjadi item yang menunjang penampilan kita saat beraktivitas.

Di samping itu, label sponsor yang berada di bagian tengah juga harus pas, tidak "mengganggu" tampilan keseluruhan jersey.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X