Kompas.com - 15/09/2020, 10:36 WIB
Ilustrasi perawatan intensif pasien positif Covid-19 di ICU rumah sakit. SHUTTERSTOCK/FunKey FactoryIlustrasi perawatan intensif pasien positif Covid-19 di ICU rumah sakit.

KOMPAS.com - Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kelompok usia tua menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi Covid-19, namun bukan berarti kelompok muda tidak berisiko sama sekali.

Menurut penelitian baru di Journal of the American Medical Association, kelompok dewasa muda masih membawa risiko yang signifikan dan juga bisa mengalami gejala yang parah.

Para peneliti menemukan bahwa orang dewasa berusia 18-34 tahun yang dirawat di rumah sakit memiliki risiko penyakit parah yang relatif tinggi:

- Lebih dari 20 persen membutuhkan perawatan intensif.

- Sekitar 10 persen ditempatkan pada ventilasi mekanis.

- Hampir 3 persen meninggal dunia.

Usia rata-rata kelompok ini adalah 28 tahun, dan lebih dari 57 persennya adalah laki-laki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cegah Klaster Keluarga, Pasien Covid-19 Dilarang Karantina Mandiri di Rumah

Meskipun angka kematian dewasa muda karena Covid-19 tetap lebih rendah, angka yang ditunjukkan tetap dua kali lipat dibandingkan kematian akibat serangan jantung pada orang dewasa muda.

Dokter penyakit menular dari Texas Health Resources di Bedford, Texas, Nikhil Bhayani, menyoroti bukti terbaru yang menunjukkan bahwa orang muda juga berisiko terkena Covid-19 yang parah.

Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tentang pasien yang dirawat di rumah sakit, 20 persennya masih berusia 20 hingga 44 tahun.

Dari pasien yang dirawat di perawatan intensif, hampir 40 persen berusia 45 hingga 64 tahun dan 12 persen berusia antara 20 dan 44 tahun.

Kondisi kesehatan yang memicu kerentanan

Menurut CDC, orang tua dan pasien dengan masalah kesehatan kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung dianggap berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah.

Namun, para peneliti menemukan faktor-faktor ini juga dapat memengaruhi pasien yang lebih muda.

Baca juga: 1 dari 4 Orang Muda yang Terinfeksi Corona Gejalanya Lebih Lama Sembuh

Petugas medis melakukan tes swab kepada seorang ASN Pemkot Tegal di Kantor Dinas Kesehatan Kota Tegal, Rabu (5/8/2020)KOMPAS.com/Tresno Setiadi Petugas medis melakukan tes swab kepada seorang ASN Pemkot Tegal di Kantor Dinas Kesehatan Kota Tegal, Rabu (5/8/2020)

"Obesitas yang tidak sehat, hipertensi, dan diabetes adalah umum dan berkaitan dengan risiko efek samping yang lebih besar," tulis para peneliti.

Menurut penelitian, kelompok dewasa muda dengan lebih dari satu kondisi di atas menghadapi risiko Covid-19 yang sama dengan lansia.

"Ini termasuk potensi masuk ICU, intubasi, dan kematian, dibandingkan dengan orang tua," Dokter Darurat di Rumah Sakit Lenox Hill, New York, Dr. Robert Glatter.

Baca juga: Mengapa Covid-19 Lebih Mematikan pada Orang yang Obesitas?

Kegemukan dan obesitas juga wajib diwaspadai karena meningkatkan risiko gumpakan darah yang bisa berakibat fatal pada pasien Covid-19.

Obesitas juga berdampak buruk pada fungsi paru-paru dengan menghambat pergerakan diafragma, sehingga menyebabkan masalah ventilasi dan oksigen, meningkatkan risiko infeksi dan ARDS (sindrom gangguan pernapasan akut).

Pengalaman masa lalu dengan pasien H1N1 (flu babi) dengan tingkat komplikasi dan kematian lebih tinggi pada pasien yang mengalami obesitas, diabetes dan hipertensi, sebaiknya juga menjadi perhatian kita.

Pentingnya pembatasan sosial

Sebelum vaksin tersedia, penggunaan masker dan pembatasan sosial adalah cara paling efektif untuk mencegah penularan virus penyebab Covid-19. 

CDC memberikan beberapa tips praktik pembatasan sosial yang perlu diterapkan sebelum kita memutuskan ke luar rumah.

1. Sebelum ke luar rumah, ketahui dan patuhilah pedoman kesehatan pemerintah setempat.

2. Tetaplah terhubung secara sosial dengan teman-teman dan kerabat yang tidak tinggal satu rumah melalui sambungan telepon, video, atau melalui media sosial.

3. Hindari kerumunan dan tempat berkumpul yang mungkin sulit untum menjaga jarak antar-orang setidaknya 2 meter.

4. Usahakan menjaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter dan gunakan masker.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.