Menikmati Karya Seniman Dunia di Sepatu Vans

Kompas.com - 15/09/2020, 16:07 WIB
Koleksi kolaborasi Vans dengan Museum of Modern Art (MoMA) VansKoleksi kolaborasi Vans dengan Museum of Modern Art (MoMA)
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Sejak didirikan pada tahun 1966 oleh Paul Van Doren, Vans memang didesain agar memungkinkan penggunanya memberi ekspresi individu pada sepatu-sepatu itu.

Maka tidak heran jika Vans termasuk brand yang paling sering menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak agar produknya bisa masuk ke semua bidang, termasuk musik, seni, olahraga, atau budaya.

Dalam beberapa tahun terakhir, kolaborasi itu makin kerap dilakukan, dan yang terbaru dilakukan dengan Museum of Modern Art (MoMA) untuk membawa karya seniman terkemuka dalam sepatu klasik Vans.

Adapun para seniman yang karyanya ditampilkan pada sepatu Vans antara lain Salvador Dalí, Vasily Kandinsky, Claude Monet, Edvard Munch, Jackson Pollock, Lybov Popova, dan Faith Ringgold.

Lukisan Salvador Dalí yang paling terkenal, The Persistence of Memory. 1931 diinterpretasikan melalui sepatu Vans Old Skool. Vans Lukisan Salvador Dalí yang paling terkenal, The Persistence of Memory. 1931 diinterpretasikan melalui sepatu Vans Old Skool.
Namun tidak hanya sepatu, karya para seniman itu juga akan diterapkan pada pakaian dan aksesori. Sebagian akan diluncurkan pada 30 September 2020, diikuti oleh koleksi lainnya pada bulan November.

“MoMA sangat antusias untuk menampilkan kolaborasi dengan Vans, karena Vans dikenal selalu turut ambil bagian dalam mendukung ekspresi dan kreativitas artistik,” kata Robin Sayetta, Associate Director of Licensing and Partnerships di MoMA.

Peluncuran perdana akan dilakukan pada bulan September dengan produk yang menampilkan karya ikonik dari Salvador Dalí, Vasily Kandinsky, dan Claude Monet.

Salah satu lukisan Salvador Dalí yang paling terkenal, 'The Persistence of Memory. 1931' diinterpretasikan melalui sepatu Vans Old Skool.

Lukisan ini terinspirasi dari alam bawah sadar, mimpi, dan imajinasi dalam gaya surealis yang memadukan antara yang nyata dan apa yang diciptakan.

Lukisan karya Vasily Kandinsky yang dia buat saat mengajar di sekolah seni dan desain di Bauhaus Jerman, Orange 1923, diterjemahkan ke dalam bentuk Slip-On classicVans Lukisan karya Vasily Kandinsky yang dia buat saat mengajar di sekolah seni dan desain di Bauhaus Jerman, Orange 1923, diterjemahkan ke dalam bentuk Slip-On classic
Sementara karya Kandinsky yang dia buat saat mengajar di sekolah seni dan desain di Bauhaus Jerman, 'Orange 1923', diterjemahkan ke dalam bentuk Slip-On classic, tshirt lengan pendek, crewneck dan topi snapback.

Kandinsky sendiri adalah seorang pelopor seni abstrak, yang percaya bahwa warna dan bentuk akan membangkitkan kekuatan dan emosi.

Lukisan karya Claude Monet, ?Water Lilies 1914-1926 , diterapkan pada siluet Vans Authentic.Vans Lukisan karya Claude Monet, ?Water Lilies 1914-1926 , diterapkan pada siluet Vans Authentic.
Sedangkan mewakili gaya impresionis, diambil karya Claude Monet, ‘Water Lilies 1914-1926 ', karya yang dibuat pada tahun-tahun terakhir Monet di rumahnya di Giverny. Lukisan ini diterapkan pada siluet Vans Authentic.

Kolaborasi antara Vans dan MoMA juga mencakup 10 alas kaki, pakaian, dan aksesori termasuk tshirt lengan panjang dan pendek untuk dewasa, serta tas ransel yang ringan.

Koleksi perdana akan tersedia mulai 30 September 2020, di store Vans Grand Indonesia, Vans Gandaria City, Vans Paris Van Java dan Vans Ambarukmo Plaza.

Baca juga: Lukisan Van Gogh pada Sneakers Vans



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X