6 Alasan Usaha Diet Tak Kunjung Berhasil

Kompas.com - 16/09/2020, 08:42 WIB
Ilustrasi diet ShutterstockIlustrasi diet

KOMPAS.com - Selain karena faktor makanan dan kurang olahraga, ada beberapa hambatan yang bisa menyebabkan usaha diet tak kunjung berhasil.

1. Perilaku jangka pendek

Tanpa pendekatan jangka panjang, kamu mungkin bisa menurunkan berat badan beberapa kilogram dalam dua minggu, namun setelahnya berat badanmu kembali naik (yo-yo diet).

Ini sering terjadi pada orang-orang yang menerapkan pola makan seperti diet keto, paleo atau diet ketat yang menjanjikan penurunan berat badan cepat.

Faktanya, kita membutuhkan pola makan yang seimbang, yang melibatkan semua kelompok makanan dalam jangka panjang.

Ingatlah tidak ada penurunan atau kenaikan berat badan yang instan. Untuk menurunkan berat badan, kita perlu menjalani kebiasaan sehat jangka panjang. Secara umum, penurunan berat badan normal per minggunya adalah 0,5-1kg kecuali untuk orang-orang dengan berat badan berlebih.

Baca juga: Mengenal Lazy Keto, Diet Keto yang Lebih Fleksibel

ilustrasi berat badan tak kunjung turunSHUTTERSTOCK ilustrasi berat badan tak kunjung turun
2. Pola pikir "semua atau tidak sama sekali"

Banyak orang memiliki pola pikir "semua atu tidak sama sekali", seperti memangkas makanan olahan atau karbohidrat, roti, pasta, susu, dan keju.

Pada awalnya, kebiasaan tersebut mungkin terasa baik-baik saja, namun saat kamu mengonsumsi yang dipantang itu, kamu mungkin akan dihantui rasa bersalah karena telah merusak dietmu.

Pola pikir "semua atau tidak sama sekali" bisa membuat kita terperangkap dalam siklus turun-naik-turun berat badan yang berulang, dan kita akan terus dibayangi rasa bersalah dengan makanan.

Ini juga berlaku untuk olahraga. Jika kamu merasa sudah banyak berolahraga namun tidak merasa lebih bugar atau lebih kuat, mungkin saja kamu justru melakukannya terlalu keras.

Baca juga: 4 Tanda Kamu Mengonsumsi Karbohidrat Terlalu Banyak

3. Kurang dukungan

Tanpa dukungan lingkungan yang kuat, perjalanan penurunan berat badan akan terasa sepi dan mengintimidasi.

Beberapa orang mungkin menjalani diet tidak sehat karena stigma lingkungan mereka. Tak sedikit pula orang yang suka mengejek rekannya yang menjalani pola makan sehat, terutama jika tinggal di daerah dengan budaya makan-makan yang kuat.

Jika kamu merasa kekurangan dukungan, cobalah membuka obrolan dengan teman, keluarga dan pasangan tentang ini.

Kamu perlu menegaskan bahwa mereka tidak perlu ikut mengubah pola makannya jika tidak mau, tapi kesehatan sangat berarti untukmu dan kamu akan mengapresiasi jika mereka tidak mengejekmu karena melakukannya.

Kamu juga bisa mencari komunitas kebugaran atau komunitas yang menerapkan pola makan sehat untuk mendapatkan dukungan tambahan.

Baca juga: 5 Kiat Sederhana Merampingkan Pinggang Tanpa Diet Ketat

4. Berpikir olahraga menyelesaikan semua

Olahraga seharusnya menjadi bagian dari pendekatan dietmu secara keseluruhan. Kita tidak bisa memilih olahraga saja atau diet saja.

Banyak orang menganggap telah membakar jumlah kalori yang besar dari olahraga, padahal mungkin jumlahnya jauh lebih sedikit daripada yang diduga.

Jumlah kalori yang terbakar ketika berolahraga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari berat badan, intensitas olahraga, durasi olahraga, usia, hingga komposisi tubuh.

Selain itu, berfokus hanya pada olahraga dapat menyebabkan siklus yang merusak ketika kita ingin membakar kalori dari makanan yang kita rasa seharusnya tidak kita makan.

Bagaimanapun juga, mengambil pendekatan ini dapat menyebabkan hubungan tegang antara makanan dan olahraga, serta penurunan berat badan yang terhenti.

Pola makan banyak buah-buahan, sayuran, lemak sehat, protein tanpa lemak, dan gandum utuh akan membantumu mendapatkan penurunan berat badan yang sehat.

Kombinasikan dengan olahraga rutin untuk memaksimalkan penurunan berat badan jangka panjang.

Baca juga: Yuk, Ukur Lingkar Pinggang, Makin Besar Makin Berisiko...

5. Stres dan kurang tidur

Penurunan berat badan akan lebih sulit jika kamu mengalami stres kronis, kurang tidur atau kerja berlebihan.

Nutrisi dan olahraga memang dua komponen utama kehidupan yang sehat, yang bisa membantu menurunkan berat badan. Meskipun keduanya penting, namun hanya fokus pada keduanya membuatmu hilang fokus ada faktor penting lainnya, seperti tidur dan manajemen stres.

6. Menggunakan suplemen alih-alih makan sehat

Beberapa suplemen memang dapat membantu menurunkan berat badan, namun kita tetap harus berusaha keras agar suplemen tersebut bekerja.

Misalnya, protein shake di pagi hari bisa menekan rasa lapar sepanjang hari, sehingga kita akan lebih sedikit makan. Meningkatkan konsumsi protein shake juga membantu membangun otot.

Suplemen penurun berat badan tertentu memang memiliki beberapa bukti pendukung, tetapi tidak ada suplemen yang membuat kita mendapatkan hasil instan tanpa melakukan usaha apapun, seperti menerapkan pola makan sehat dan berolahraga.

Baca juga: Pamer Tubuh Langsing di Medsos, Adele Menuai Pujian dan Juga Kritik...



Sumber CNET
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X