Kompas.com - 17/09/2020, 15:32 WIB
Ilustrasi prostat ShidlovskiIlustrasi prostat
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Sakit prostat biasanya menyerang pria berusia di atas 55 tahun. Penyakit ini biasanya muncul tanpa adanya gejala.

Meskipun hampir tidak menunjukkan gejala, ada sejumlah tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terserang dan mencegah supaya sakit prostat makin parah. Salah satunya adalah menghindari makanan maupun aktivitas tertentu.

Pemilihan makanan yang salah dapat memperbesar risiko dan memperparah sakit prostat. Supaya terhindar dari masalah itu, kita disarankan untuk menghindari makanan-makanan seperti:

Daging

Mengonsumsi daging yang dimasak terlalu matang dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat. Risiko ini muncul dari senyawa karsinogen yang dikenal dengan nama heterocyclic amines (HCA).

HCA sendiri terbentuk dari proses pemasakan dengan suhu tinggi, seperti dipanggang atau dibakar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan keterkaitan antara konsumsi daging merah maupun olahan dengan peningkatan risiko kanker prostat. Beberapa contohnya seperti daging sapi, babi, dan sosis.

Baca juga: 11 Hal yang Terjadi pada Tubuh bila Terlalu Banyak Makan Daging

Produk olahan susu

Pantangan sakit prostat selanjutnya adalah mengonsumsi produk olahan susu secara berlebihan karena meningkatkan risiko terkena kanker prostat.

Menurut penelitian dalam Journal of Nutrition, meminum susu murni bisa memperparah sakit prostat. Begitu pula susu skim dan susu rendah lemak.

Supaya terhindar dari risiko yang ada, kita disarankan untuk membatasi konsumsi produk olahan susu seperti keju, yogurt, mentega, serta es krim.

Sebagai alternatif, kita dapat meminum susu yang terbuat dari bahan kelapa, kacang mete, kedelai, maupun almond. Namun, tetap harus berhati-hati dengan kandungan gula di dalamnya.

Baca juga: Agar Tak Mudah Gemuk, Simak Tips Sehat Minum Susu

Minuman beralkohol

Menurut hasil penelitian, peminum alkohol dua kali lebih berisiko terkena kanker prostat.

Kelompok orang dalam kategori peminum berat adalah mereka yang mengonsumsi minuman beralkohol lebih dari tiga kali dalam sehari (satu kali minum setara 350 ml bir dengan kadar alkohol 5 persen).

Sebagai gantinya, kita bisa mengonsumsi sparkling water yang dicampur dengan jus buah, wine atau bir tanpa alkohol, teh, dan kopi.

Baca juga: 5 Makanan untuk Menurunkan Risiko Kanker Prostat

Makanan yang mengandung lemak jenuh

Lemak jenuh tidak hanya dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, tetapi juga kanker prostat.

Beberapa studi mendapati adanya risiko kanker prostat yang muncul dari mengonsumsi makanan dengan lemak jenuh.

Meski begitu, penelitian menyebutkan bahwa keterkaitan antara lemak jenuh dengan kanker prostat masih bersifat tentatif (belum pasti).

Perlu diingat, mengonsumsi jenis makanan apa pun secara berlebihan tidak baik bagi kesehatan tubuh. Maka dari itu, mulailah mengonsumsi makanan dengan wajar supaya terhindar dari risiko yang bisa ditimbulkan.

Baca juga: Waspadai Kandungan Lemak Jenuh di Dalam Mentega...

Aktivitas yang menjadi pantangan sakit prostat

Selain makanan, pantangan sakit prostat juga dapat dilakukan dengan menghindari aktivitas-aktivitas tertentu.

Beberapa aktivitas yang harus dihindari, di antaranya:

Bersepeda dalam waktu lama

Salah satu aktivitas yang harus dihindari oleh penderita sakit prostat adalah bersepeda dalam waktu lama.

Hal ini harus dihindari karena bersepeda memberikan tekanan pada area tempat prostat berada (perineum), yaitu antara anus dan skrotum.

Merokok

Beberapa penelitian menghubungkan aktivitas merokok dengan peningkatan risiko kematian akibat kanker prostat.

Meski begitu, studi lain tidak menemukan adanya keterkaitan antara merokok dengan terkena kanker prostat. Penelitian lain masih perlu dilakukan untuk mengonfirmasi temuan tersebut.

Malas berolahraga

Malas berolahraga memperbesar risiko kita mengalami obesitas. Obesitas diketahui dapat membuat kanker prostat tumbuh lebih agresif pada tubuh. Meski begitu, belum ada alasan yang jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Selain itu, penelitian lain juga menyebut bahwa pria yang mengalami obesitas rentan terkena dan meninggal akibat kanker prostat.

Supaya sakit prostat tidak makin parah, kita disarankan untuk tetap aktif bergerak dan rutin berolahraga.

Selain itu, menjaga berat badan tetap ideal juga menjadi salah satu cara supaya terhindar dari risiko sakit prostat.

Lakukan pemeriksaan berkala untuk mengetahui kondisi kesehatan prostat. Apabila menemukan masalah, mintalah dokter agar segera melakukan penanganan sehingga sakit prostat yang diderita tidak makin parah.

Baca juga: Malas Gerak, Salah Satu Penyebab Kematian Terbanyak di Dunia

Makanan yang bisa dikonsumsi untuk menjaga kesehatan prostat

Menjaga kesehatan prostat bisa kita dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memilih makanan yang benar.

Beberapa makanan yang baik untuk menjaga kesehatan prostat antara lain:

Tomat

Efek antioksidan yang dimiliki likopen dalam tomat dapat membantu mencegah kanker prostat dan mengurangi pertumbuhan tumor.

Meski masih diperlukan bukti tambahan, 24 penelitian menemukan bahwa pria yang makan banyak tomat berisiko lebih kecil terkena kanker prostat.

Baca juga: Ternyata, Tomat Bisa Dongkrak Kualitas Sperma

Brokoli

Mengandung banyak senyawa kompleks, mengonsumsi brokoli dapat membantu melindungi kita dari kanker.

Beberapa penelitian menyebut bahwa mengonsumsi brokoli dapat membantu menurunkan risiko terkena kanker prostat.

Meskipun belum diketahui pasti alasannya, kemampuan tersebut diduga berasal dari fitokimia dalam brokoli, termasuk sulforaphane yang secara selektif membunuh sel kanker.

Baca juga: Brokoli, Ampuh Turunkan Berat Badan hingga Cegah Kanker

Kacang kedelai

Menurut penelitian, kandungan nutrisi isoflavon dalam kacang kedelai dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat.

Hal ini didukung temuan dari National Cancer Institute (NCI) yang menemukan keterkaitan antara konsumsi kacang kedelai dengan penurunan kadar antigen spesifik prostat (PSA). Selama ini, tes PSA dijadikan sebagai tes skrining untuk kanker prostat.

Baca juga: Yang Terjadi pada Tubuh Saat Mengonsumsi Kedelai

Buah delima

Tingginya kandungan antioksidan dalam buah delima dapat membantu mencegah terkena penyakit kronis.

Buah delima juga mengandung senyawa yang dapat membantu menghambat perkembangan sel kanker prostat.

Selain itu, penelitian menemukan bahwa jus dan ekstrak delima menghambat produksi sel kanker prostat pada hewan. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui apakah hal serupa juga terjadi pada manusia.

Baca juga: Beragam Khasiat Delima, untuk Jantung hingga Tekan Risiko Kanker

Prostat dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Apabila sudah terlanjur mengidap penyakit prostat, ada sejumlah pantangan yang dapat diterapkan supaya kondisinya tidak semakin parah.

Pantangan sakit prostat dapat berupa menghindari makanan maupun aktivitas tertentu. Jika penyakit yang diderita semakin parah, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan.

Baca juga: Yang Harus Kita Lakukan Sekarang untuk Mencegah Kanker Prostat Nanti

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.