Membedakan Gejala Pilek, Flu dan Covid-19

Kompas.com - 18/09/2020, 13:14 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Pilek, flu dan Covid-19 disebabkan oleh virus-virus yang berbeda, tapi bisa menunjukkan gejala yang mirip.

Orang awam mungkin akan sangat kesulitan menetukan penyakit mana yang sedang mereka alami. Apalagi ketika terjadi di masa pandemi, kecurigaan sering kali mengarah pada Covid-19.

Kebanyakan orang yang merasakan sakit karena virus corona akan mengalami setidaknya satu dari gejala-gejala kunci berikut:

- Suhu tubuh tinggi.

- Batuk yang baru atau berkelanjutan.

- Kehilangan kemampuan mencium atau mengecap rasa.

Baca juga: Ini Cara Membedakan Anak Alergi Dingin atau Pilek

Lalu, jika mengalami satu atau lebih dari gejala tersebut, bagaimana membedakannya?

1. Demam

Seseorang dikatakan demam jika suhu tubuhnya sudah lebih dari 37,8 derajat Celcius. Demam seperti ini terjadi karena tubuh memerangi infeksi, namun tidak selalu karena virus corona.

Gunakan termometer untuk mengetahui angka suhu yang akurat. Jika tidak punya, mintalah bantuan orang terdekat untuk menilai apakah tubuhmu terasa hangat.

Penderita pilek sangat jarak mengalami demam. Untuk mengetahui kepastian penyakit yang diderita, ada baiknya kamu menjadwalkan pemeriksaan virus corona.

Baca juga: Ternyata, Infeksi Covid-19 Tak Selalu Disertai Gejala Awal Demam

2. Batuk

Pilek atau flu bisa memiliki gejala batuk, terkadang disertai gejala lainnya. Flu biasanya muncul secara tiba-tiba dan terkadang diikuti dengan sakit otot, meriang, sakit kepala, kelelahan, sakit tenggorokan, serta hidung mampet, yang disertai dengan batuk. Ini akan lebih buruk daripada pilek parah.

Pilek cenderung terbentuk secara perlahan dan tidak terlalu parah, meskipun tetap saja rasanya tidak nyaman.

Selain batuk, gejala lainnya yang mungkin dirasakan ketika pilek adalah bersin-bersin, ingusan dan sakit tenggorokan.

Namun penderita pilek jarang merasakan demam, meriang, sakit otot, dan sakit kepala.

Ilustrasi pelaksanaan tes usap PCR dalam hal pencegahan penularan Covid-19. SHUTTERSTOCK/De Pordee_Aomboon Ilustrasi pelaksanaan tes usap PCR dalam hal pencegahan penularan Covid-19.

Batuk karena virus corona bisa membuat seseorang batuk-batuk lebih dalam satu jam atau bahkan berjam-jam, hingga sehari penuh.

Jika kamu biasa mengalami batuk karena kondisi kesehatan seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), mungkin gejala batuk tersebut akan lebih parah dari biasanya.

Lakukan pemeriksaan jika batuk tersebut tak kunjung sembuh.

Baca juga: Batuk dan Demam, Gejala Klasik Covid-19

3. Kehilangan kemampuan mencium dan mengecap

Keduanya merupakan gejala kunci virus corona dan lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Penderita pilek biasa memang bisa saja mengalaminya. Namun pemeriksaan tetap perlu dilakukan terutama jika kamu merasa tubuhmu tidak nyaman. Ingatlah bahwa pemeriksaan segera bisa mengurangi risiko penyebaran virus.

4. Bersin

Orang yang bersin kerap dicurigai menyebarkan virus corona, padahal bersin bukanlah gejala virus corona.

Jika hanya bersin tanpa disertai gejala lain seperti demam, batuk atau kehilangan kemampuan mencium dan mengecap, maka kamu tidak perlu melakukan pemeriksaan.

Tetesan yang keluar dari bersin seseorang bisa menyebarkan virus, oleh karena itu ketika bersin usahakan menutup mulut dengan tisu lalu buang tisu tersebut dan mencuci tangan.

Baca juga: Pakailah Masker Menutupi Hidung dan Mulut

5. Ingusan atau hidung mampet

Menurut National Health Service (NHS) Skotlandia, ingusan bukan menjadi alasan untuk melakukan tes virus corona.

Data dari aplikasi monitoring gejala Covid-19 yang dilaporkan oleh para pengguna di Inggris menyebutkan bahwa anak-anak lebih sedikit menunjukkan gejala pernapasan dan lebih cenderung mengalami demam, sakit kepala, lemas, dan ruam pada kulit.

Pada akhirnya, pasien virus corona memiliki gejala yang berbeda-beda yang berkisar dari ringan ke berat. Meskipun beberapa pasien tidak mengalami gejala sama sekali, virus tetap bisa menular ke yang lain.

Gejala biasanya muncul hingga dua minggu setelah perkiraan waktu terpapar, namun umumnya sekitar lima hari.

Sesak napas juga merupakan gejala lainnya dari virus corona. Jika kamu mengalami kesulitan bernapas, atau bahkan disertai gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, carilah bantuan profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Yuk, Berkaca pada Sejarah Gelombang II Pandemi Flu 1918 yang Mematikan



Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X