Kompas.com - 18/09/2020, 17:34 WIB
Sarah Ferguson dan Putri Diana di tahun 1983 REPRO BIDIK LAYAR Townandcountrymag.comSarah Ferguson dan Putri Diana di tahun 1983

KOMPAS.com - Cerita tentang betapa kehidupan Putri Diana harus dilewati dengan perjuangan saat menjadi anggota keluarga kerajaan Inggris sudah banyak didengar publik.

Lalu, setelah kematiannya, banyak hal yang kian dbeberkan mengenai kondisi mantan istri Pangeran Charles ini.

Mulai dari bagaimana dia merasa terhina saat berada di tengah keluarga bangsawan itu, hingga kesalahan dia yang kerap menjadi besar, karena tak ada dukungan keluarga. 

Penulis biografi kerajaan, Tom Quinn mengenang perjuangan Putri Diana saat berbicara untuk Channel 5 terkait film dokumenter "Royal Wives at War".

Baca juga: Diam-diam, Putri Diana Mengubur Bayi di Taman Istana Kensington

"Jika dia membuat kesalahan, dia dibuat semakin merasa buruk."

"Tidak ada dukungan semacam, 'kami tahu ini sulit. Jangan khawatir jika kamu membuat kesalahan'," kata Quinn.

Jennie Bond, mantan koresponden kerajaan untuk BBC juga menceritakan bagaimana Diana awalnya masuk tanpa orang kepercayaan, karena khawatir akan kemungkinan bocornya rahasia.

"Ketika seseorang memasuki keluarga kerajaan, hanya ada sedikit orang yang dapat dia pakai untuk 'curhat'."

"Sebab, siapa pun bisa membocorkan rahasia, dengan berbicara ke media, dan kabar itu lalu menjadi berita hangat di seluruh penjuru negeri."

"Diana merasa Fergie adalah pasangan yang aman dan rahasianya tak akan bocor," kata Bond.

Fergie adalah nama kecil dari penulis Sarah Margaret Ferguson. Fergie adalah mantan istri Pangeran Andrew, anak kedua dari Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip.

Pandangan serupa dengan Bond juga diungkapkan komentator kerajaan Katie Nicholl.

Baca juga: Telepon Terakhir Putri Diana, Penyesalan Terbesar William dan Harry

"Mereka sering bertemu untuk makan siang, seringkali dua kali seminggu. Dan jika mereka tidak makan siang bersama, mereka berada di Istana untuk minum teh.”

“Dia benar-benar bisa mengisi hidup Diana, membuatnya tertawa, sebuah keadaan yang sangat dibutuhkan Diana saat itu,” tambah Nicholl.

Bagaimana mereka bertemu?

Hubungan antara Diana dan Sarah sebenarnya dimulai jauh sebelum mereka berdua menjadi anggota keluarga kerajaan, karena kedua wanita itu sebenarnya adalah sepupu keempat.

Ibu mereka juga satu sekolah bersama, dan mereka sudah saling kenal sejak remaja — meskipun mereka baru menjadi dekat setelah terhubung kembali pada 1980.

Kala itu Diana berusia 19 tahun, dan Sarah 21 tahun.

Kedua remaja putri itu memiliki banyak teman yang sama dan minat yang sama, dan hal itu membuat mereka tak sulit menjadi kian dekat setelah hidup di dalam istana. 

Diana mengundang Sarah ke pernikahannya, dan juga memberi sepotong kain untuk dijadikan gaun di hari istimewa itu.

Baca juga: Ternyata, Pangeran Harry Amat Mirip Putri Diana

Namun Sarah — yang menghadiri acara bersejarah itu sendirian — kemudian berkata bahwa dia merasa dilecehkan karena tidak diundang dalam acara resepsi pasca-pemberkatan.

Setelah pernikahan, pasangan itu terus bertemu setiap minggu untuk makan siang, dan Sarah seketika menjadi orang kepercayaan Diana.

Sarah menulis dalam otobiografi di tahun 1996, "Dia dua tahun lebih muda dariku, dan aku berusaha keras untuk mendukung dan melindunginya seperti adik —seperti yang masih saya lakukan hari ini, sebagai sahabat."

"Sendiri bersama"

Setelah mereka berdua berpisah dari suami masing-masing, Diana dan Sarah menjadi semakin dekat.

Mereka masih bertemu untuk makan siang, atau Sarah membawa putri-putrinya untuk minum teh bersama Diana, William, dan Harry.

Setelah perceraian Sarah rampung pada Mei dan Diana pada Agustus 1996, mereka berlibur bersama di Perancis Selatan bersama anak-anak mereka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X