Kompas.com - 18/09/2020, 21:33 WIB
Ilustrasi minum kopi Wavebreakmedia LtdIlustrasi minum kopi
|
Editor Wisnubrata

Namun penulis menekankan, studi tersebut belum bisa memberikan bukti yang kuat untuk merekomendasikan penderita kanker kolon agar mengonsumsi kopi setiap hari.

"Terlalu dini untuk merekomendasikan asupan kopi sebagai pengobatan potensial kanker kolon," ujar Dr. Kimmie Ng, penulis senior studi dan ahli onkologi di Dana-Farber Cancer Insitute.

"Namun studi kami menunjukkan, minum kopi tidak berbahaya dan bisa bermanfaat."

Kopetz mengatakan, ada sejumlah faktor yang tidak diukur dalam studi ini.

Sebagai contoh, pasien cenderung tidak minum kopi jika mereka memiliki gejala gastrointestinal yang mengarah pada penyakit yang lebih parah.

Marji McCullough, direktur ilmiah senior penelitian epidemiologi di The American Cancer Society, mengatakan pentingnya mengetahui kebiasaan minum kopi seseorang sebelum mereka diagnosis kanker.

"Kopi hanya diukur pada satu waktu," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Akan membantu jika kita mengetahui apakah konsumsi kopi berubah ketika seseorang didiagnosis, dan mengulangi pengukuran konsumsi kopi."

Studi ini menambah banyak literatur terkait kopi dengan hubungan positif dan negatif.

McCullough mengatakan, dulu kopi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

Halaman:


Sumber MSN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.