Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Kebiasaan yang Hancurkan Diri Sendiri dan Usir Kebahagiaan

Kompas.com - 19/09/2020, 13:19 WIB
Nabilla Tashandra,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Kondisi itu akan memperkuat rasa tidak berdaya saat menghadapi frustrasi, menguras energi dan menjadi sumber keputusasaan kronis bagi diri sendiri, dan bahkan orang lain di sekitar.

Hasilnya adalah sikap apatis yang menyedot kegembiraan hidup.

2. Mengabaikan diri

Tidak peduli bagaimana kamu membenarkannya, pengabaian diri bisa menyebabkan penyakit pada tubuh, pikiran, dan jiwa.

Pada akhirnya kamu tidak dapat menikmati hidup secara berkelanjutan atau mengembangkan ketahanan diri.

Apalagi jika kurang tidur, tidak berolahraga, mengabaikan kebiasaan makan yang sehat, atau bergantung pada zat-zat tertentu.

Pikiran sangat membutuhkan rangsangan, tubuh membutuhkan gerakan, dan jiwa membutuhkan keseimbangan.

Baca juga: Video Game Bisa Mengobati Depresi?

Orang yang memilih untuk mengabaikan ketiganya dan kerap mengabaikan diri sendiri akan membentuk gaya hidup yang mudah memicu depresi atau kecemasan sosial.

3. Suka menunda-nunda 

Terlalu sering, kita tahu apa yang harus kita lakukan, namun kita justru menunda melakukannya.

Suka menunda dapat menyebabkan hilangnya peluang dan memunculkan rasa penyesalan, sehingga seseorang akan merasa terkucilkan.

Muncul pula rasa tidak percaya diri, dan rapuh secara emosional.

Ketika menunda-nunda, kita kerap menyangkal diri sebagai seseorang yang lebih baik.

Berhenti menghancurkan diri sendiri

Ada tiga cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menghentikan kebiasaan-kebiasaan yang menghancurkan diri sendiri.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com