Rahasia Pria yang Sukses Turunkan Berat Badan 47 Kilogram

Kompas.com - 21/09/2020, 17:02 WIB
Matt Herrick menshealthMatt Herrick
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Kelebihan berat badan bisa disebabkan oleh gaya hidup kita yang tidak sehat.

Jarang berolahraga, kurang gerak, dan mengonsumsi camilan atau makanan tidak sehat, semua itu dapat menambah berat badan kita. Apabila dibiarkan, kondisi ini bisa berujung pada kematian.

Kondisi itulah yang sempat dialami oleh pria bernama Matt Herrick.

Di bulan Juni 2014, ia terbaring di rumah sakit selama 10 hari. Hasil diagnosis dari rumah sakit menunjukkan Herrick menderita pankreatritis atau peradangan pankreas.

"Saya diberi makan melalui cairan infus," kata Herrick, yang kala itu memiliki berat badan 136 kg.

Herrick mengaku, tidak ada anggota keluarganya yang mau menjenguk dia di rumah sakit.

"Saudara perempuan saya mengatakan, 'kamu sendiri yang melakukan ini pada dirimu sendiri'."

Dokter yang menangani Herrick juga mengatakan, ia bisa meninggal di usia 30 tahun akibat pola makan yang tidak sehat dan kurang berolahraga.

Sang dokter memberi pilihan bagi Herrick untuk mengubah gaya hidupnya, yang artinya ia harus menjalani gaya hidup baru, yaitu berhenti memesan makanan tidak sehat dan mulai belajar memasak.

"Hal ini sulit karena makan dalam porsi besar adalah cara saya mengatasi masalah," kata Herrick.

Ditambahkan Herrick, biasanya ia memanjakan diri dengan mengonsumsi kue Toaster Strudel dan makanan cepat saji Jack In The Box.

Namun kini, ia harus makan makanan dari bahan alami yang belum diproses dan memasaknya sendiri.

Ini dimaksudkan agar Herrick mengetahui bahan-bahan apa saja yang ia makan sehingga bisa memilahnya.

Herrick pun memegang teguh niatnya untuk mengonsumsi makanan yang ia masak, tidak lagi membeli makanan dari luar.

"Saya mengambil jarak antara saya dan makanan. Saya melakukannya agar makanan tidak lagi bisa saya dapat dengan mudah."

Berawal dari niatnya itu, Herrick kemudian belajar cara membuat salad, ayam panggang, cedar plank salmon, risotto, dan tumis kentang goreng.

"Memasak menjadi kegiatan yang menenangkan, membantu saya melawan gaya hidup saya sebelumnya yang kurang gerak," tutur dia.

Baca juga: Berat Badan Rebel Wilson Turun 20 Kg dengan Diet Mayr, Apa Itu?

Di samping memasak dan membersihkan rumah, ia juga menjadi lebih banyak bergerak.

Makanan buatannya terasa lezat, dan itu menjadi hadiah dari aktivitas yang dia lakukan sehari-hari.

Agar berat badannya tetap terjaga, Herrick menerapkan sebuah prinsip.

"Jika saya makan pai, maka saya harus berolahraga. Jika saya tidak mau berolahraga, maka saya tidak bisa mengonsumsi makanan manis," kata Herrick.

Ketertarikannya terhadap makanan manis menjadi tantangan sulit pada rencana penurunan berat badan Herrick.

"Saya menjadi benci diri saya. Saya benci wajah pria yang saya lihat di cermin."

"Saya pikir saya jelek dan tidak bisa dicintai," ia bergumam.

Namun dengan tekad, usahanya akhirnya membuahkan hasil. Sampai saat ini, Herrick sudah berhasil menurunkan berat badan 47 kg, dari sekitar 136 kg menjadi 89 kg.

Herrick memberi saran pada orang-orang yang menghadapi permasalahan yang sama sepertinya.

Menurut dia, kita perlu mencari tahu alasan kita mengonsumsi makanan tertentu, apakah untuk memperoleh nutrisi, sebatas kesenangan, atau mengatasi masalah.

"Carilah apa yang membuat Anda tidak bahagia, karena Anda layak untuk bahagia."

Baca juga: Ditinggal Suami karena Gendut, Wanita Ini Turunkan Berat Badan 30 Kg



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X