Kompas.com - 22/09/2020, 11:21 WIB
Seorang model berjalan di atas catwalk mengenakan kreasi jins belel bernoda rumput, dalam Gucci fashion show, 14 Januari 2020 di Milan, Italia.  GUCCISeorang model berjalan di atas catwalk mengenakan kreasi jins belel bernoda rumput, dalam Gucci fashion show, 14 Januari 2020 di Milan, Italia.

KOMPAS.com - Rumah mode Italia, Gucci menjual overall denim atau jins kodok seharga 1.400 dollar AS atau lebih dari Rp 20 juta.

Uniknya, jins model terusan ini diberi efek noda rumput pada bagian paha. Sehingga, jika dilihat, jins ini seperti kotor dan usang dipakai berkebun.

“Denim ini secara keseluruhan dibuat dari katun organik dan secara khusus diperlakukan untuk efek tekanan sehingga muncul pola tersebut,” demikian deskripsi Gucci untuk produk tersebut.

.Gucci .
Overall ini dalam tema grunge sebelumnya pernah dipamerkan dalam fashion show Gucci pada bulan Januari lalu, dan sekarang tersedia di toko offline dan online.

Baca juga: Gaya WFH Billie Eilish, Tabrak Motif dengan Aksesori Serba Gucci

Meskipun bercak tersebut bukan noda rumput asli, Gucci mengaku ingin menunjukkan kreasi ini dibuat dengan mempertimbangkan lingkungan hidup, demi bumi yang tetap hijau.

"Itu diproduksi melalui proses budidaya dan manufaktur yang tidak melibatkan bahan kimia berbahaya, pestisida, atau pupuk buatan."

Kendati demikian, di mata petani pakaian ini seperti sudah harus dibuang dan diganti dengan yang baru.

Setidaknya itulah opini seorang petani bernama Lauren Gitlin, petani berusia 40 tahun dari Vermont, Amerika Serikat.

Baca juga: Ada Lebah di Jam Tangan Gucci Silver G-Timeless Web Bee

Laurent, yang mengelola peternakan sapi perah Villa Villekulla, mengatakan, pakaian termahalnya adalah sepasang terusan Carhartt seharga 70 dollar AS, atau sekitar Rp 1 jutaan.

Namun, jika pun dia mendapatkan jins kreasi Gucci ini, Laurent mengaku langsung tahu apa yang harus dia lakukan.

"Jika saya mendapatkannya, saya akan langsung taruh di eBay dan menggunakan uang itu untuk membeli biji-bijian atau peralatan peternak," kata dia.

“Uang sebanyak itu tidak mudah didapat jika kamu adalah seorang petani,” sambung dia.

Terlebih lagi, penempatan noda pada kreasi itu dinilai Laurent, tidak tepat dan natural.

"Saya pikir seorang 'ahli forensik' harus dipanggil. Itu terlihat rendah. Noda rumput lebih ke lutut," kata dia.

"Jika Gucci benar-benar ingin produk ini terlihat asli, maka masih perlu ditambahkan noda lagi," sambung Laurent.

Baca juga: Kreasi Baru Gucci, Loafer dengan Tumit Lipat Dibanderol Rp 14 Juta

Terusan jins dengan efek kotor ini -tentu saja, bukanlah koleksi satu-satunya yang dimiliki Gucci.

Gucci juga menawarkan celana denim organik yang dicuci ramah lingkungan seharga 769 dollar AS atau sekitar Rp 11 jutaan dengan model warna pudar di bagian lutut.

Jika efek noda bukanlah gayamu, tetapi kamu masih ingin membayar mahal, masih ada sweater wol berbintik-bintik seperti bercak tetesan air.

Gucci menawarkan kreasi itu seharga577 dollar AS atau setara dengan Rp 8,5 jutaan.

Bagaimana? Tertarik?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.