Kompas.com - 22/09/2020, 13:37 WIB

Menurut Hui, perbuatan baik secara tidak langsung dan altruisme bukanlah keharusan, melainkan sebuah pemberian.

Baca juga: PMI Butuh Rp 200 Miliar Perangi Covid-19, Kalla Minta Pengusaha Donasi

Temuan lain yang terungkap, kesejahteraan dan kebaikan mengarah pada makna mendalam dibandingkan kebaikan yang menawarkan kebahagiaan sesaat.

Hui mengatakan, partisipan berusia lebih muda memperoleh peningkatan emosional lebih banyak. Sementara pada partisipan yang lebih tua, kesehatan mereka menjadi lebih baik.

Partisipan wanita juga menunjukkan koneksi antara kebaikan dan kesejahteraan dibandingkan partisipan pria.

Namun, kata Hui, bukan berarti kita tidak perlu berbuat baik jika hal itu tidak memberikan manfaat kesehatan bagi kita.

"Kita ingin mengarahkan perilaku prososial, yang kita yakini sebagai kebajikan universal, dan bagian dari budaya bersama umat manusia," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.