5 Lokasi Paling Berisiko Jadi Sumber Penyebaran Covid-19

Kompas.com - 23/09/2020, 18:27 WIB
Sejumlah pedagang di Pasar Mardika Ambon tidak lagi mengenakan masker saat beraktifitas di pasar yang telah ditetapkan sebagai lokasi protokol Covid-19 tersebut, Jumat (21/8/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSejumlah pedagang di Pasar Mardika Ambon tidak lagi mengenakan masker saat beraktifitas di pasar yang telah ditetapkan sebagai lokasi protokol Covid-19 tersebut, Jumat (21/8/2020)

KOMPAS.com - Karena mudahnya Covid-19 menular, maka ruang publik dengan interaksi manusia memiliki risiko yang tinggi. Terutama tempat yang membuat orang berada di dalam ruangan tanpa ventilasi yang mencukupi, atau adanya kerumunan.

Oleh karena itu, untuk mencegah penularan, perlu adanya penutupan atau penyesuaian aktivitas di tempat-tempat tersebut.

Ahli imunologi dan direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS (NIAID), Anthony Fauci, MD menyebutkan ada beberapa lokasi yang beresiko tinggi. Ia merujuk pada hasil studi yang dilaporkan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat) di situsnya.

Studi tersebut dilakukan dengan melihat kasus Covid-19 yang diperiksa di 11 fasilitas perawatan kesehatan AS dan melihat rasio pasien yang menerima hasil tes Covid negatif versus positif, serta di mana mereka berada dalam dua minggu terakhir.

Baca juga: Kemenkes: Kini Ada 1.146 Klaster Penularan Covid-19 di Indonesia

Temuan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita, di mana pun kita tinggal, untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas di lokasi-lokasi ini.

1. Pusat kebugaran

Fauci menyebut salah satunya adalah pusat kebugaran alias gym, di mana orang-orang cenderung bernapas dengan mendalam, mengeluarkan lebih banyak droplet yang berpotensi terkontaminasi, serta tidak ada penyaringan udara luar ruangan.

Di antara pasien yang diteliti oleh CDC, 7,8 persen orang yang dites positif pernah ke pusat kebugaran dalam dua minggu terakhir, sementara hanya 6,3 persen dari mereka yang dites negatif yang mengaku pernah ke pusat kebugaran.

Jika kamu ingin berolahraga di gym, pastikan tempat tersebut telah menerapkan protokol kesehatan ketat, atau kamu juga bisa berolahraga di rumah untuk sementara waktu selama pandemi.

Baca juga: Ketahui Hal Ini Sebelum Kembali Olahraga di Gym

Para clubber menikmati musik yang dimainkan DJ di sebuah klub malam di Belanda.Foxnews Para clubber menikmati musik yang dimainkan DJ di sebuah klub malam di Belanda.

2. Bar dan tempat nongkrong

Tak hanya bar, tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkumpul banyak orang dan cenderung membuat kita tidak mematuhi protokol kesehatan, sebaiknya dihindari.

Pada umumnya, anak-anak muda berkumpul di tempat seperti bar, cafe, atau tempat nongkrong, kemudian bercengkrama dengan teman-temannya tanpa mengenakan masker dengan tepat.

"Kamu perlu sangat berhati-hati dengan tempat-tempat seperti bar, tempat yang sangat berisiko menyebarkan infeksi. Tidak ada keraguan akan hal itu," kata Fauci.

Fauci juga mengingatkan agar kita lebih memerhatikan apakah di daerah sekitar kita termasuk dalam zona merah atau punya angka kasus penyebaran dalam komunitas yang tinggi.

Baca juga: Kabupaten Karawang, Kota Bekasi dan Cirebon Jadi Zona Merah Covid-19

3. Restoran

Sebanyak 40,9 persen pasien dengan hasil positif Covid-19 di Amerika pernah makan di luar dua minggu sebelumnya, hanya 27,7 persen yang dites negatif mengaku pernah ke makan di restoran sebelumnya.

Fauci menjelaskan, restoran biasanya memiliki ruangan tertutup, di mana risiko infeksi komunitas cukup tinggi. Apalagi, kebanyakan orang tidak mengenakan masker ketika makan di restoran.

4. Perkumpulan agama

Laporan CDC yang dirujuk Fauci mencatat perbedaan mencolok antara orang yang pergi ke gereja atau pertemuan keagamaan lain dan mendapatkan hasil tes positif, yakni 7,8 persen, dan orang yang dites negatif, yakni 5 persen.

Jika kamu memang harus hadir di tempat ibadah, usahakan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, seperti mengenakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Baca juga: PSBB Transisi Dicabut, Pemprov DKI Hanya Izinkan Operasional Tempat Ibadah di Permukiman Penduduk

5. Pasar tradisional

Di berbagai daerah di Indonesia, pasar tradisional menjadi salah satu klaster penularan Covid-19. Bahkan beberapa pasar terpaksa ditutup sementara sehingga aktivitas perdagangan berhenti.

Protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, wajib diterapkan pengelola pasar, pedagang, dan pembeli. Hal ini untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 yang dapat menular lewat droplet dan sentuhan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X