Ubah Pola Makan Agar Feses Tidak Berbau Busuk

Kompas.com - 23/09/2020, 19:36 WIB
Ilustrasi pria di toilet vadimguzhvaIlustrasi pria di toilet
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Kotoran pada manusia atau feses berasal dari limbah atau sisa makanan yang tidak tercerna, bakteri, serta hal-hal lain yang tidak diserap tubuh.

Jadi wajar jika feses memiliki bau yang tidak sedap. Yang menjadi masalah, apabila feses kita sangat berbau atau berbau busuk.

Ahli Gastroenterologi Sameer Islam, MD., menjelaskan lewat unggahan video di channel YouTube-nya, @Doctor Sameer Islam, mengapa feses kita sangat berbau, terutama jika kita mengalami diare.

Kendati berbau tidak sedap, bau feses semestinya tidak akan membuat kita merasa mual. Tapi jika itu terjadi, pasti ada sejumlah faktor atau penyebab yang mendasarinya.

Pola makan kita sehari-hari misalnya, bisa memengaruhi bau feses kita. Makanan seperti telur, bawang putih, kacang polong, dan susu sulit dicerna, sehingga bisa memicu gas keluar dan membuat feses menjadi berbau.

Faktor lainnya adalah banyaknya bakteri jahat di usus, infeksi virus, atau clostridioides difficile (bakteri yang menyebabkan diare).

Kondisi seperti penyakit celiac (gangguan sistem kekebalan tubuh), kolitis ulserativa (peradangan di usus besar), dan penyakit crohn (radang usus kronis yang memengaruhi lapisan saluran pencernaan) membuat kita tidak dapat menyerap nutrisi di dalam makanan.

Nutrisi dari makanan yang kita konsumsi masuk ke saluran pencernaan, berinteraksi dengan bakteri di usus besar dan mengakibatkan feses kita berbau busuk.

Nah, jika kamu merasa tidak ada masalah dengan pola makan atau kondisi kesehatan namun feses tetap berbau busuk, coba teliti konsumsi obat-obatan dan suplemen harian kita. Ingat juga kapan terakhir kali kita merasa stres.

Seluruh faktor tersebut, bisa menyebabkan masalah pada pencernaan dan feses menjadi lebih berbau.

Baca juga: Mau Hidup Sehat dan Panjang Umur? Terapkan 5 Pola Makan Ini

Mengubah pola makan jika bau feses kita sangat tidak sedap

Dr. Islam menganjurkan agar kita membatasi makanan kaya sulfur, seperti susu, buah kering, telur, kacang-kacangan, brokoli, kangkung, dan kubis.

"Saya tidak meminta Anda berhenti mengonsumsi makanan kaya sulfur sepenuhnya karena itu baik untuk Anda."

Periksa juga apakah suplemen atau obat yang kita konsumsi bisa memicu masalah pencernaan, serta berhentilah mengonsumsi makanan olahan.

"Tidak ada yang positif dari makanan olahan. Anda akan merasa tidak enak dan tidak baik bagi usus. Sebagian besar makanan olahan dibuat dari bahan yang tidak mudah dicerna," kata dia.

Jika feses masih berbau busuk, sebaiknya kita membuat janji dengan dokter untuk mengetahui apakah kita memiliki kondisi medis yang belum terdiagnosis.

Baca juga: Kondisi Kesehatan Bayi Bisa Dicek Lewat Warna Feses



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X