Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
DR. dr. Tan Shot Yen, M.hum
Dokter

Dokter, ahli nutrisi, magister filsafat, dan penulis buku.

Protokol Kesehatan: Antara Jargon dan Guyon

Kompas.com - 24/09/2020, 19:45 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

 

Kita sudah merdeka 75 tahun. Dengan pagebluk yang merenggut nyawa tanpa ampun dan menular begitu beringas, kita diuji apakah literasi kesehatan sudah sesuai dengan lamanya kemerdekaan yang mestinya sesuai dengan taraf kesehatan.

Ini juga masa yang menjelaskan dengan amat gamblang: apakah kita masih berat sebelah dengan aspek kuratif – mengobati setelah penyakitnya datang, atau kita sudah fasih menjalankan upaya promotif dan preventif?

Latihan mengatasi pagebluk, adalah pelajaran bagus untuk mengatasi banyak masalah kesehatan di negri ini.

Bergantung pada harapan akan tersedianya vaksin suatu hari nanti, itu mirip seperti kita berharap pada saudara tua yang akan membebaskan diri dari penjajahan Belanda. Dan betapa menyakitkannya, ternyata si saudara tua malah mengecewakan, lebih bengis serta kejam.

Mestinya, apabila 75 tahun kita menabung pengetahuan dan perilaku praktik-praktik kesehatan yang mumpuni, maka di masa seperti ini kita tidak perlu berada dalam dilema prioritas: selamatkan ekonomi atau selamatkan diri.

Sebab, apabila untuk selamatkan ekonomi kita harus mengorbankan diri, maka ada yang tidak beres dengan cara mencari nafkah. Ada yang selama ini belum dibenahi. Cara-cara klasik yang sudah tidak sesuai zaman lagi.

Baca juga: Pembiaran Norma Anyar yang Makin Ambyar

Risiko penularan Covid-19 saat ini dari klaster restoran atau penjual makanan, bisa menjelaskan risiko penularan TBC, karena cara penularannya sama, melalui percikan atau droplet saluran pernapasan.

Hanya bedanya, Covid-19 memberi gambaran akut yang langsung bisa dilacak, sedangkan TBC adalah tipe penyakit kronik yang penderitanya tidak sadar sudah tertular.

Pagebluk ini menguak banyak coreng-moreng protokol yang belum atau tidak berjalan dengan baik.

Memisahkan mereka yang ‘hanya kelihatan sehat’ (tapi ditopang obat satu plastik) dengan orang-orang yang memang betul-betul hidup sehat.

‘Ketempelan’ virusnya hanyalah tantangan. Apakah tubuh mampu mempertahankan diri atau ambruk ambyar disentak badai sitokin?

Ini adalah saat krusial, ketika literasi kesehatan mengalami ulangan mendadak. Siapa yang ikut kelas mengarang konspirasi dan siapa yang punya integritas mempertanggungjawabkan opini?

Bertahan hidup, tidak sama dengan menjual bualan. Kini adalah momen, dimana pelan-pelan nampak keberpihakan, kesempatan mengangkat literasi kesehatan atau celah konspirasi memanfaatkan peluang mencari uang di tengah kesempitan.

Semoga istilah protokol kesehatan dipahami sebagaimana adanya, yang memang ada batasan-batasan rigid tak boleh dilanggar.

Sebab pagebluk yang kita hadapi tidak kenal kompromi, tak kenal negosiasi, apalagi birokrasi. Hentikan jargon dan guyon, jika kita sungguh-sungguh mau ‘move on’.

Baca juga: Ketika Bukan Orang Kesehatan Bicara soal Kesehatan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com