Manfaat Berolahraga, Bukan Cuma Turunkan Berat Badan

Kompas.com - 26/09/2020, 08:26 WIB
Ilustrasi olahraga luar ruangan nensuriaIlustrasi olahraga luar ruangan
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Olahraga merupakan aktivitas yang dapat membakar kalori, sehingga membantu menurunkan berat badan kita.

Tapi ketahuilah, turunnya berat badan bukan satu-satunya alasan kita untuk mulai berolahraga.

Masih ada banyak manfaat yang bisa kamu dapat jika kamu rajin berolahraga. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, kesehatan adalah hal yang utama.

Dokter olahraga dan psikiater olahraga Thomas Mick, MD, menjelaskan tujuh manfaat olahraga di samping menurunkan berat badan.

1. Meningkatkan rasa bahagia

Saat berolahraga, tubuh kita mengeluarkan endorfin. Endorfin adalah hormon yang mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kesenangan, menciptakan perasaan sehat dan positif.

Hormon endorfin juga berfungsi sebagai pereda nyeri alami dan membantu meredakan nyeri jangka panjang. 

Nah, olahraga secara teratur dapat memperkuat otot, mengurangi nyeri kronis, dan risiko cedera. Sederhananya, olahraga memberi kita hormon endorfin, jadi olahraga bisa meningkatkan rasa bahagia.

Baca juga: Berbagai Manfaat Bersepeda, Selain Sehat Juga Bikin Gembira

2. Menambah energi

Aktivitas fisik meningkatkan detak jantung dan membuat darah kita mengalir.

Jika lebih banyak oksigen dan nutrisi yang mengarah ke otot, maka tingkat energi akan lebih tinggi.

Jadi, walau saat berolahraga kita menggunakan energi, tapi akibatnya juga memberi kita lebih banyak energi.

Satu studi menemukan, 90 persen orang yang menjalani program olahraga teratur melaporkan berkurangnya rasa lelah dibandingkan orang yang tidak berolahraga.

3. Meningkatkan kualitas tidur

Olahraga mengurangi tingkat stres dan kecemasan, sehingga kita menjadi lebih rileks. Dan tubuh yang rileks akan meningkatkan kualitas tidur.

Olahraga bisa memudahkan kita untuk tidur saat suhu tubuh kembali normal.

Jika kita berolahraga di luar rumah, paparan sinar matahari yang mengandung vitamin D juga bisa membantu mengatur siklus bangun dan tidur kita.

Tapi ingat, sebelum berolahraga, pikirkan berapa lama kita akan melakukan olahraga, dan apakah jaraknya dengan waktu tidur terlalu dekat atau tidak.

Baca juga: Bersepeda dan Olahraga Terbukti Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur

4. Mengobati depresi

Studi menemukan, dalam kasus depresi ringan atau sedang, olahraga bisa jadi pengobatan efektif, kata Dr. Mick.

Melakukan yoga selama enam minggu --dan menjalani pengobatan-- bisa menurunkan depresi serta kecemasan.

Yoga dan pilates adalah aktivitas yang berfokus pada latihan pernapasan, yang mengurangi stres dan membuat tubuh rileks.

Baca juga: Kecemasan dan Depresi Berkurang dengan 150 Menit Berolahraga

5. Meningkatkan kesehatan otak

Olahraga bermanfaat bagi kesehatan otak setiap individu, bahkan mereka yang berisiko terkena demensia dan Alzheimer.

Dengan berolahraga, kita meningkatkan kesehatan kardiovaskular, aliran darah ke otak, serta mengurangi peradangan.

6. Lebih produktif

Banyak orang merasa mereka menjadi lebih produktif dengan berolahraga.

Menurut Dr. Mick, seseorang yang sedang mengalami depresi bisa menjadi lebih baik ketika berolahraga, meskipun hanya olahraga ringan.

"Bisa jadi karena gerakan dalam olahraga, atau karena orang tersebut bangun, pergi ke luar rumah dan beraktivitas," katanya.

Olahraga juga membuat kita tidak merasa pening, sehingga kita dapat melewati hari dengan lebih produktif.

7. Memperpanjang usia

Lembaga kesehatan di seluruh dunia setuju, olahraga teratur bisa memperbaiki atau mencegah diabetes, penyakit jantung, penyakit kanker tertentu, dan obesitas.

Selain itu, olahraga juga menjaga kesehatan tulang, otot dan persendian, termasuk menurunkan kolesterol, tekanan darah, serta membuat kita tetap sehat secara mental.

Seluruh manfaat tersebut bisa memperpanjang usia hidup kita lebih lama.

Baca juga: Seberapa Sering Harus Berolahraga demi Panjang Umur?

Agar kita rajin berolahraga

Orang dewasa dianjurkan untuk berolahraga dengan intensitas sedang, setidaknya 150 menit per minggu.

Dr. Mick memberi saran untuk membuat olahraga menjadi aktivitas "wajib" kita, yaitu:

1. Ajak teman berolahraga

Kita cenderung rajin berolahraga jika melakukannya bersama seorang teman.

Mencari teman yang bisa diajak berolahraga bersama-sama mengharuskan kita bertanggung jawab lebih berkomitmen.

Di sisi lain, berolahraga dengan seseorang bisa menjadi kesempatan bagus untuk memperdalam hubungan.

2. Menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas

Menurut Dr. Mick, sebagian orang butuh waktu dua sampai enam minggu untuk mendapatkan pola olahraga teratur.

Memang di minggu pertama, kita akan kesulitan untuk berkomitmen. Tapi lambat laun, olahraga bisa menjadi bagian dari rutinitas harian atau mingguan kita.

Menjadikan olahraga sebagai rutinitas merupakan cara untuk membuat kita berpikir, olahraga adalah bagian dari gaya hidup kita.

Baca juga: 20 Cara Mudah Lebih Aktif Bergerak Selama di Kantor

3. Tentukan jadwal olahraga

Dr. Mick menyarankan para pasiennya untuk mempunyai kalender yang ditempel di dinding.

Nah, kita bisa menggunakan kalender tersebut untuk menentukan kapan kita ingin berolahraga.

Cara lain, gunakan kalender digital dan cantumkan jadwal olahraga dalam seminggu.

Anggaplah bahwa olahraga itu sama seperti rapat penting di kantor yang tidak boleh kita lewatkan.

4. Mengikuti kelas kebugaran

Banyak tempat fitnes yang memiliki jadwal kelas kebugaran rutin. Agar kita bisa mengikuti kelas tersebut, kita harus mendaftar terlebih dahulu.

Setelah mendaftar, kita hanya bisa membatalkan kelas beberapa hari sebelumnya, dan biasanya tempat fitnes akan memberi denda bagi kita jika tidak hadir atau membatalkan pendaftaran saat kelas dibuka.

Kebijakan tempat fitnes itulah yang akan "memaksa" kita untuk datang dan mengikuti kelas kebugaran.

5. Cari alasan yang membuat kita ingin berolahraga

Banyak orang yang kelebihan berat badan beralasan olahraga bisa membantu menurunkan berat badan mereka.

Ada juga yang ingin lebih sehat dengan berolahraga, atau menurut orang lain olahraga hampir sama seperti terapi.

Lantas, apa alasan kita berolahraga? Carilah jawabannya dan gunakan jawaban tersebut sebagai motivasi kita.

Baca juga: Kenali, Olahraga yang Baik demi Imunitas Tubuh di Masa Pandemi




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X