Mengapa Pornografi Bisa Merusak Komitmen dalam Suatu Hubungan?

Kompas.com - 26/09/2020, 09:22 WIB
Ilustrasi pornografi shutterstockIlustrasi pornografi
Editor Wisnubrata

Pornografi adalah konten yang menghadirkan ekspektasi tak realistis tentang pasangan sekaligus aktivitas seksual yang bisa dilakukan.

Itu sebabnya, pornografi dapat melemahkan komitmen karena menciptakan impresi yang salah tentang bentuk tubuh dan aktivitas seksual yang didambakan.

Padahal, hubungan seksual dalam sebuah ikatan seharusnya bersifat mutual. Saling memuaskan satu sama lain. Sebaliknya, pornografi lebih bertendensi memberi gratifikasi diri sendiri bahkan mendominasi orang lain.

Baca juga: Jangan Percaya dengan Orgasme Wanita di Film Porno

2. Menggantikan interaksi dengan manusia

Salah satu ketakutan terbesar dari “kecanduan” pornografi adalah kemungkinan bisa menggantikan interaksi nyata dengan manusia.

Namun menurut beberapa penelitian, hal ini tidak berlaku secara general. Justru banyak orang yang tidak lagi tertarik melihat konten porno setelah melakukan aktivitas seksual dengan pasangannya.

3. Menurunnya kepuasan dalam hubungan

Penelitian tahun 2006 menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan yang sering melihat konten pornografi merasa lebih tidak bahagia dengan hubungan yang dijalaninya.

Seseorang yang berada dalam hubungan kurang harmonis cenderung mencari distraksi dari konten pornografi.

Ketika pelarian ini dilakukan dalam frekuensi tinggi, maka risiko merasa tidak puas dengan hubungan yang dimiliki pun meningkat.

Baca juga: Sering Menonton Film Porno Bisa Merusak Hubungan?

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X