Kompas.com - 28/09/2020, 09:41 WIB
Ilustrasi minum dengan sedotan shutterstockIlustrasi minum dengan sedotan

Oleh karena itu, cobalah mengevaluasi kebutuhan cairan kita, jika mengalami gejala berikut:

- Keringat berkurang.

- Produksi urin berkurang.

- Mengalami masalah elastisitas kulit.

- Kebingungan, pening, atau pingsan.

Baca juga: Gampang Haus Bisa Jadi Ciri Diabetes

Konsultasikan dengan dokter untuk memastikan apakah gejala tersebut memang berkaitan dengan masalah medis, atau tidak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Memulai pola makan baru

Ahli gizi dari the Good Housekeeping Institute, Stefani Sassos menjelaskan, secara umum pola makan rendah karbohidrat atau diet keto memiliki risiko dehidrasi yang lebih besar.

Alasannya, karbohidrat menahan cairan dan elektrolit.

Jadi, ketika kita secara drastis mengurangi jumlah karbohidrat maka dapat mengakibatkan kelebihan air yang dikeluarkan melalui urin, atau lebih sering pergi ke kamar mandi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.