Kompas.com - 29/09/2020, 09:45 WIB
Ilustrasi merokok, bahaya rokok. ShutterstockIlustrasi merokok, bahaya rokok.
|
Editor Wisnubrata

Selain itu, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung juga meningkatkan risiko Covid-19 yang parah.

Sebuah survei WHO baru-baru ini menemukan bahwa di antara orang yang meninggal karena Covid-19 di Italia, 67 persennya memiliki tekanan darah tinggi dan di Spanyol 43 persennya adalah penderita penyakit jantung.

"Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi kesehatan rakyatnya dan membantu membalikkan epidemi tembakau."

"Menjadikan masyarakat lebih bebas rokok sehingga mengurangi jumlah pasien masuk rumah sakit terkait tembakau. Ini menjadi jauh lebih penting daripada sebelum ada pandemi," kata Pimpinan Unit WHO No Tobacco Unit, Dr. Vinayak Prasad.

Pengendalian tembakau adalah elemen kunci untuk mengurangi penyakit jantung.

Beberapa langkah bisa dilakukan pemerintah untuk membuat masyarakat berhenti mengonsumsi produk tembakau, seperti meningkatkan pajak atas produk tembakau, memberlakukan larangan iklan tembakau, dan menawarkan layanan untuk membantu orang berhenti merokok.

Baca juga: Mengapa Kebiasaan Merokok Bisa Bahayakan Jantung

Halaman:


Sumber WHO
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X