Kenali, 4 Faktor Risiko Penyakit Jantung yang Tak Bisa Dikendalikan

Kompas.com - 29/09/2020, 11:55 WIB
Ilustrasi pemeriksaan penyakit jantung koroner atau arteri koroner. Ilustrasi pemeriksaan penyakit jantung koroner atau arteri koroner.

KOMPAS.com - Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian terbesar di dunia dalam kategori penyakit tidak menular. 

Selain itu, penyakit jantung juga merupakan salah satu penyebab utama kecacatan.

Penyakit ini umumnya dapat dikenali dari gejala nyeri pada dada yang menjalar ke lengan kiri saat beraktivitas.

Baca juga: Tembakau Sebabkan 20 Persen Kematian karena Penyakit Jantung Koroner

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Tercatat, setidaknya 15 dari per 1.000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung.

Angka ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia. Penyakit ini lebih sering dijumpai pada individu yang berumur dan wanita.

Lalu para penderita penyakit ini banyak yang datang dari latar belakangan tingkat pendidikan rendah, tidak bekerja, serta tinggal di kawasan perkotaan.

Baca juga: Efek Diet Keto bagi Kesehatan Jantung

Dokter spesialis jantung di Bandung Heart Clinic, Isga Ifayani, Sp.JP mengatakan, ada banyak hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

Kondisi tersebut umum dikenal sebagai faktor risiko.

Nah, beberapa di antaranya tidak dapat dikontrol. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko penyakit jantung yang tidak dapat dikendalikan

1. Usia

“Risiko penyakit jantung Anda akan meningkat seiring bertambahnya usia. Pria usia 45 tahun ke atas dan wanita usia 55 tahun ke atas memiliki risiko lebih besar.”

Demikian dikatakan Isga dalam perbincangan dengan Kompas.com, Selasa (29/9/2020).

2. Jenis kelamin

Selanjutnya, beberapa faktor risiko dapat memengaruhi risiko penyakit jantung secara berbeda pada wanita dibandingkan pada pria.

Misalnya, estrogen memberi wanita perlindungan terhadap penyakit jantung, tetapi diabetes lebih meningkatkan risiko penyakit jantung pada wanita daripada pria.

Baca juga: Kerusakan Jantung pada Pengidap Covid-19, Apa Penjelasannya?

3. Ras atau etnis

Kelompok ras atau etnis tertentu ternyata memiliki risiko yang lebih tinggi dari yang lain.

Orang Afrika-Amerika lebih mungkin terkena penyakit ini, dibandingkan dengan orang kulit putih. Sementara, orang Amerika hispanik cenderung lebih jarang.

Lalu, beberapa kelompok etnis Asia, seperti Asia timur, memiliki angka kejadian yang lebih rendah, dibanding dengan mereka yang berasal dari Asia selatan.

4. Riwayat keluarga

Seseorang memiliki risiko lebih besar mengidap penyakit jantung, jika dia memiliki anggota keluarga dekat yang menderita penyakit jantung pada usia dini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X