Kompas.com - 30/09/2020, 13:33 WIB
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Sadarkah bahwa pakaian yang kita beli memiliki andil besar dalam kerusakan lingkungan? Selain limbah fesyen yang menjadi isu belakangan ini, cara membuat bahan pakaian rupanya juga bisa merugikan Bumi.

Bayangkan berapa luas lahan yang digunakan untuk menanam kapas, berapa banyak air yang dipakai mengairinya, lalu berapa banyak pupuk dan pestisida ditebarkan untuk tanaman itu. Belum lagi bila kita menghitung proses pencucian, pewarnaan dan lainnya. Ya, banyak sekali.

Karena proses pembuatan seperti itu mengancam kelestarian lingkungan, maka banyak brand mulai berinovasi dan memperbaiki cara mereka membuat busana. Salah satu yang melakukannya adalah Levi's.

Sejak Maret tahun lalu, brand denim itu sudah memperkenalkan bahan baru, yaitu semacam serat rami (hemp) yang diolah menjadi seperti katun.

Hemp atau rami dikenal sebagai bahan yang lebih ramah lingkungan. Pasalnya dalam luas ladang yang sama, rami mampu menghasilkan serat dua atau tiga kali lebih banyak daripada kapas.

Tanaman rami juga bisa membersihkan tanah dengan menghilangkan polutan dan bahan beracun, sekaligus menyuburkannya dengan nitrogen dan oksigen.

Selain itu, serat hemp jauh lebih kuat daripada katun, sehingga produk yang dibuat menggunakannya akan lebih awet.

Menurut Institut Lingkungan Stockholm, rami juga menggunakan lebih sedikit air. Diperlukan 10.000 liter air untuk menghasilkan 1 kg kapas, dibandingkan dengan sekitar 300-500 liter air untuk menghasilkan 1 kg bahan rami kering.

Rami juga bisa ditanam di ladang tadah hujan sehingga sebenarnya tidak menggunakan air tanah.

Dalam jangka panjang, pilihan menggunakan rami daripada kapas akan membantu memerangi kelangkaan air, ancaman yang berkembang di seluruh dunia.

Baca juga: Mode Pakaian yang Berubah Cepat dan Dampaknya Bagi Lingkungan

Masalahnya, serat rami ternyata terasa lebih kasar dibandingkan katun. Apakah kita akan merasa nyaman menggunakan jeans yang terasa kasar?

Untunglah Levi's menemukan metode yang bisa melembutkan rami dengan menggunakan sedikit energi atau pemrosesan kimiawi.

Hasilnya adalah serat rami yang terlihat dan terasa lembut, hampir tidak dapat dibedakan dari katun atau kapas. Karenanya bahan rami ini kemudian disebut cottonized hemp, rami yang dibuat serasa katun.

“Levi’s ingin memberikan pilihan yang lebih baik untuk konsumen, yakni pakaian yang nyaman dan perasaan senang saat mengenakan karena tahu kebaikannya untuk bumi," ujar Country Manager PT Levi Strauss Indonesia Sameer Koul dalam konferensi pers Selasa (29/9/2020).

Menurut Sameer, Levi’s merasa bertanggungjawab terhadap jejak sosial dan lingkungan dari produk-produk dan operasi bisnisnya.

"Kami melanjutkan business operating yang ramah sosial dan lingkungan yang dimulai sepuluh tahun lalu karena yakin tanggung jawab sosial dan lingkungan ini harus dilakukan.”

Adapun koleksi terbaru Levi’s yang menggunakan cottonized hemp adalah seri High Loose (untuk wanita) dan Stay Loose (untuk pria). Koleksi dengan potongan longgar ini hadir dalam bentuk celana dan jaket bergaya kontemporer masa kini.

Levi’s High Loose adalah siluet longgar yang terinspirasi dari kebangkitan era tahun 70an dengan sentuhan gaya tahun 2000an.

Celana jeans berpinggang tinggi (high waist) untuk wanita ini berpotongan lurus dan melebar di bagian bawah, membuat kaki tampak lebih jenjang, sekaligus memudahkan bergerak.

Potongan pas di pinggang dan longgar di pinggul lurus hingga ke kaki ini merupakan perpaduan dari gaya jeans baggy, dad, dan ribcage, dan hasilnya adalah sebuah siluet kontemporer masa kini.

Sedangkan celana jeans Levi’s Stay Loose menampilkan siluet baggy yang terinspirasi dari gaya tahun 90an. Potongan yang longgar membuat penggunanya bisa bergerak dengan bebas dan terkesan rileks.

Semua koleksi baru ini menggunakan cottonized hemp sekitar 30 persen, dipadukan dengan katun sebanyak 70 persen. Penggunaan katun diperlukan untuk menampilkan kesan "jatuh" pada potongan yang longgar.

Baca juga: Jalan Panjang Levis, Pangkas 50 Persen Air dalam Produksi Denim

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Hang with hemp in Stay Loose and High Loose jeans for a relaxed, iconic look. Shop at the link in bio.

A post shared by Levi's® Indonesia (@levis_indonesia) on Sep 11, 2020 at 5:20am PDT

Menurut Country Head Marketing PT Levi Strauss Indonesia, Adhita Idris, katun yang digunakan Levi's saat ini berasal dari kebun yang jauh lebih ramah lingkungan karena menggunakan lebih sedikit air dan pestisida.

Selain itu proses pembuatan pakaian juga diperbaharui sehingga tidak membutuhkan terlalu banyak air, selain juga menggunakan air yang didaur ulang.

"Teknologi dan inovasi bahan yang terus dikembangkan Levi’s ini menghasilkan produk atasan, bawahan, dan outwear yang tidak hanya nyaman tapi juga memberikan rasa puas saat dikenakan karena kita berkontribusi membuat bumi menjadi lebih baik,” kata Adhita.

"Bahan pakaian yang mengandung cottonized hemp pada koleksi Levi’s terbaru High Loose Stay Loose juga memberikan konsumen penampilan otentik yang sama dan perasaan lebih bersahabat dengan lingkungan," lanjutnya.

Sebagai catatan, inovasi Water‹Less yang dilakukan Levi's sejak tahun 2011 telah menghemat lebih dari 3,5 miliar liter air dari proses finishing dan mendaur ulang lebih dari 5 miliar liter air. Pada tahun 2021, setidaknya 80% dari jeans Levi's akan dibuat dengan cara ramah lingkungan ini.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.