Kompas.com - 30/09/2020, 13:43 WIB
Ilustrasi bayi sedang ditimbang berat badannya Dok. ShutterstockIlustrasi bayi sedang ditimbang berat badannya
|


KOMPAS.com – Bayi baru lahir biasanya disarankan untuk rutin diperiksa pada fasilitas kesehatan (Faskes) seperti posyandu, klinik bidan, atau rumah sakit. Adapun tujuannya, agar kesehatan dan tumbuh kembangnya terpantau.

Adapun yang rutin diperiksa biasanya berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Idealnya ketiga hal tersebut mengalami perubahan yang pesat pada periode emas pertumbuhan anak.

Oleh karena itu, hasil pemantauan ini dapat menjadi tolok ukur apakah anak bertumbuh sesuai dengan usianya atau mengalami masalah tumbuh kembang dan kesehatan, seperti malnutrisi atau bahkan stunting.

Dalam laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dijelaskan, indikator berat badan dan tinggi badan dapat menentukan status gizi anak apakah obesitas, gizi lebih, gizi baik, gizi kurang, dan gizi buruk.

Baca juga: Waspada, Pemberian MPASI Kurang Tepat Bisa Berisiko Stunting

Sementara indikator tinggi badan yang dibandingkan dengan usia dan jenis kelamin menunjukkan apakah tinggi anak masuk kategori normal, pendek, atau sangat pendek.

Pemantauan tumbuh kembang untuk bayi usia 0-12 bulan dianjurkan setiap bulan. Sementara anak usia 12 sampai 24 bulan dianjurkan tiap 3 bulan, dan anak usia 24 bulan sampai 72 bulan dianjurkan tiap 6 bulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dijelaskan pula semua anak umur 0-6 tahun dapat melakukan pemantauan pertumbuhan di tingkat pusat eksehatan masyarakat (puskesmas).

Sementara bayi dan anak yang memiliki risiko tinggi sebaiknya diperiksa oleh dokter anak di rumah sakit.

Maksud bayi “risiko tinggi” adalah bayi-bayi yang mempunyai riwayat lahir kurang bulan, berat lahir rendah, bayi baru lahir yang mengalami infeksi, penurunan kadar gula darah, sindrom sesak napas, atau kejang.

Memantau tumbuh kembang anak

Pemantauan kesehatan secara rutin memang disarankan dilakukan di Faskes dan tidak dirumah. Berikut alasannya

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X