Kompas.com - 01/10/2020, 21:17 WIB
ilustrasi minum kopi shutterstockilustrasi minum kopi

KOMPAS.com - Bagi para pecinta kopi, meneguk secangkir kopi di pagi hari seperti menjadi sebuah keharusan.

Tanpa kopi, tubuh terasa seperti kekurangan energi untuk beraktivitas.

Namun, para ahli mengingatkan pentingnya menahan konsumsi kafein sampai selesai sarapan pagi.

Sebab, rutin mengonsumsi kopi sebelum sarapan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dalam jangka panjang.

Baca juga: Air yang Tepat untuk Menyeduh Kopi

Para peneliti di Universitas Bath meminta 29 partisipan meminum kopi hitam kental satu jam setelah mereka bangun tidur.

Hal itu dilakukan guna memahami bagaimana kopi memengaruhi gula darah partisipan setelah sarapan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Begitu partisipan selesai minum kopi, gula darah mereka meningkat sekitar 50 persen lebih tinggi dibandingkan saat mereka tidak minum kopi.

Kafein --zat yang terkandung dalam kopi, diduga mencegah otot menyerap gula.

Gangguan kesehatan ini tidak muncul secara tiba-tiba. Gula darah yang meningkat selama bertahun-tahun dapat menyebabkan diabetes dan penyakit jantung.

Demikian kesimpulan dari penelitian yang dimuat di British Journal of Nutrition tersebut.

Profesor James Betts, sang penulis senior mengatakan, sebagian orang bangun pagi dan langsung mengonsumsi kopi sebelum melakukan kegiatan lain.

"Saya juga suka kopi, dan saya tidak menyuruh orang untuk menghentikan konsumsi kopi, karena ada beberapa manfaatnya," kata dia.

Tapi, ia menyarankan, untuk menahan keinginan minum kopi sampai kita mulai bekerja.

"Sehingga mereka tidak memiliki kafein saat mereka mengonsumsi sarapan yang mengandung karbohidrat dan gula."

Baca juga: Haruskah Berhenti Minum Kopi Selama Kehamilan?

Para peneliti juga mencari pengaruh kopi pada orang yang kurang tidur. Caranya, mereka meminta partisipan untuk memasang alarm agar berbunyi setiap jam di malam hari.

Di saat partisipan terbangun, para peneliti mengirimi mereka pertanyaan seperti penjumlahan sederhana setiap 30 detik yang harus mereka jawab.

Studi ini mengamati kadar gula darah dan insulin partisipan pada tiga tahapan, yaitu:

- Partisipan yang tidur penuh tanpa konsumsi kopi.

- Partisipan yang tidurnya terganggu (karena alarm berbunyi setiap jam), tanpa konsumsi kopi.

- Partisipan yang tidurnya terganggu, dan mengonsumsi kopi.

Kopi yang dipakai adalah black coffee dengan takaran 300 mg, yang kira-kira setara dua cangkir kopi standar.

Gula darah partisipan diuji begitu mereka selesai sarapan, sekitar 30 menit setelah minum kopi.

Baca juga: Cara Sederhana Bikin Kopi Cold Brew, Bisa Dicoba di Rumah

Hasil penelitian ini tidak menemukan konsumsi kopi atau kurang tidur berdampak pada tingkat insulin.

Namun, kopi hitam kental yang dikonsumsi sebelum sarapan meningkatkan respons glukosa darah.

Hasil itu tampak dari tes darah yang dilakukan selama dua jam sesudah sarapan.

"Studi ini memiliki dampak kesehatan yang luas," sebut dia. 

"Sebab, hingga sekarang pengetahuan tentang apa yang 'dilakukan' kopi pada tubuh kita terbatas, khususnya untuk kontrol metabolisme dan gula darah," sambung Betts.



Sumber MSN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.