Kompas.com - 02/10/2020, 16:03 WIB
|
Editor Wisnubrata

“Produk kita masih klasik, tetapi ada beberapa batik yang kontemporer jadi warnanya lebih muda. Ada juga yang mengambil warna-warna alam,” ujar pemilik rumah batik Kidang Mas, Rudi Siswanto.

Menurut cerita, pada masa lalu, mayoritas penduduk kota Lasem adalah keluarga-keluarga Tionghoa yang juga pengusaha batik. Sehingga motif dan warna batiknya sangat dipengaruhi oleh budaya Tionghoa.

Kita bisa lihat motif-motif seperti burung hong (phoenix), naga atau liong, bunga teratai, bunga seruni, kelelawar, ikan mas, koin uang, dan lain-lain, pada batik lasem.

Salah satu aspek yang paling dikenal mengenai batik Lasem adalah warna merahnya yang legendaris, abang getih pithik (merah darah ayam), yang terbuat dari akar buah mengkudu.

Konon warna ini sangat dirahasiakan sehingga keluarga-keluarga Tionghoa hanya mewariskan kepada anaknya saja melalui sumpah.

Sayangnya, di masa kini, warna tersebut telah tergantikan dengan warna sintetis karena sudah tidak ada yang tahu cara membuatnya menggunakan pewarna alami.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Yuk! Ikutan Pulang Kampung Ke Lasem! Hi Guys! Walau pergerakan terbatas karena pandemi, tetapi ga mengurangi kreatifitas kita untuk mengajak kalian melihat indahnya kota Lasem. Wisata Virtual Heritage bersama @traval.co LASEM Sabtu, 26 September 2020 10.00- selesai Ikuti kami ke Lasem. Caranya bisa daftar via @traval.co Atau bisa klik link di bio profileku. Melihat keindahan kotanya, bertemu langsung dengan pembatik dan pengusaha batik di sana. Sekaligus melihat Fashion Show yang dibuat oleh @ikat_ind . #didietmaulana #virtualtour #virtualtrip #batiklasem #batikindonesia #lasem #wonderfulindonesia #gwumkm #marimajubersama #jadiGiniBelajarBersama #trip #travelgram #travel #traveling #traveler

A post shared by Didiet Maulana (@didietmaulana) on Sep 23, 2020 at 10:47pm PDT

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.