Kompas.com - 03/10/2020, 20:12 WIB
Ilustrasi sate kambing bumbu kacang Shutterstock/Ika Rahma HIlustrasi sate kambing bumbu kacang

KOMPAS.com - Angka kasus kanker terus meningkat setiap tahunnya. Salah satu penyebabnya karena pola makan yang tidak sehat.

Kebanyakan orang lebih senang mengonsumsi makanan yang enak daripada makanan bergizi. Padahal, ada beberapa jenis makanan enak yang bisa memicu kanker karena mengandung karsinogen.

Sebut saja makanan yang dibakar seperti sate, ayam bakar, steak, kambing guling, dan lainnya. Kategori makanan tidak sehat lainnya adalah makanan ultra-proses seperti makanan kalengan, frozen food, dan makanan siap saji.

Dokter spesialis gizi Fiastuti Witjaksono menjelaskan, pada makanan yang dibakar daging langsung terkena api. Proses itu dapat menyebabkan protein dan lemak berubah menjadi karsinogenik.

“Jadi bisa meningkatkan risiko kanker, tapi bukan penyebab,” kata Fiastuti dalam webinar Kupas Tuntas Kanker Payudara, Sabtu (3/10/2020).

Baca juga: Awas, Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Olahan Bisa Sebabkan Kematian Dini

Dikatakan oleh Fiastuti, angka kanker terutama kanker payudara meningkat pada orang-orang yang banyak mengonsumsi makanan ultra-proses.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Semua bisa dihindari sebelum sakit, tentu jauh lebih baik,” ucapnya.

Makanan lain yang harus dikurangi konsumsinya adalah daging merah. Beberapa penelitian mengungkapkan, daging merah terutama yang diproses dapat meningkatkan risiko kanker, utamanya kanker kolorektal atau kanker usus besar.

Di sisi lain, konsumsi daging merah dianjurkan pada orang-orang dengan kondisi tertentu seperti anemia. Sebab daging merah baik untuk meningkatkan zat besi.

Baca juga: Sebelum Terlambat, Ubah Gaya Hidup demi Mencegah Kanker

Sementara itu, untuk mencegah terjadinya kanker, usahakan untuk mengonsumsi makanan dengan pola gizi seimbang. Artinya, dalam sekali makan harus ada karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Jangan lupa untuk memperbanyak makan sayur dan buah. Dalam paparannya Fiastuti mengatakan, sayur dan buah mengandung berbagai zat yang dapat menurunkan risiko kanker.

“Tapi tetap harus dimakan bersama dengan makanan lainnya. Tidak bisa makan sayur atau buah saja karena tidak mencukupi kebutuhan energi tubuh,” imbuhnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.