Kompas.com - 04/10/2020, 10:13 WIB
Ilustasi bawang putih dan pisang shutterstockIlustasi bawang putih dan pisang
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Beberapa pria diketahui sering mengoleskan bawang putih ke alat vitalnya karena percaya cara itu bisa memperbesar penis.

Selain itu banyak juga hal lain yang dilakukan pria agar Mr.P miliknya lebih besar karena keyakinan bahwa semakin besar ukuran penis, maka seks terasa makin enak dan orgasme juga makin hebat.

Namun, efektifkah cara memperbesar penis dengan bawang putih yang dioles ke alat vital?

Penis kecil bikin pria cemas

Berdasarkan riset yang diterbitkan International Society for Sexual Medicine, keresahan pria akibat terlalu minder dengan ukuran Mr.P dapat berisiko menimbulkan gangguan kejiwaan, yaitu Body Dysmorphic Disorder (BDD) dan Small Penis Anxiety.

Penelitian ini memaparkan, orang dengan BDD merasa tubuhnya tidak sempurna sehingga dapat mengalami kesulitan ereksi dan tidak pernah puas saat berhubungan seks.

Kecemasan berlebih secara terus-menerus karena merasa penisnya kecil juga turut memengaruhi kepuasan pria saat berhubungan seks.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan riset yang dirilis di jurnal Proceeding of The National Academy of Sciences of the United States of America, ukuran penis memang dikaitkan dengan peluang orgasme vagina yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, orgasme yang dialami wanita kerap dianggap sebagai simbol kepuasan seksual dan kesuksesan pria di atas ranjang.

Baca juga: Bagaimana Perbandingan Ukuran Penis Indonesia dengan Negara Lain?

Bisakah memperbesar penis?

Karena alasan di atas, banyak pria kemudian berusaha memperbesar ukuran alat vitalnya, termasuk mengoleskan bawang putih.

Sayangnya, tidak ada kajian ilmiah sejauh ini yang membuktikan khasiat bawang sebagai cara alami untuk memperbesar penis.

Mengoleskan bawang putih langsung ke penis justru berisiko menimbulkan bahaya yang serius bagi kesehatan kulit organ intim. Pasalnya kulit penis termasuk bagian kulit yang sensitif.

Menurut laporan kasus yang diterbitkan pada jurnal The British Media Journal, mengoleskan bawang putih mentah pada kulit dapat menyebabkan kulit terbakar dan reaksi alergi berupa dermatitis kontak (eksim).

Tidak hanya itu. Temuan pada riset yang dirilis pada jurnal Dermatology Reports menunjukkan, mengoles bawang putih mentah pada kulit dapat memicu biduran.

“Biang keladi” dari masalah kulit ini adalah dialil disulfida yang terkandung dalam bawang putih.

Penelitian lain yang dirilis pada jurnal Trends in Life Sciences mengungkap, dialil disulfida mampu memutuskan hubungan antarsel kulit. Akibatnya dapat berupa kematian jaringan pada kulit.

Risiko akan semakin besar jika bawang putih dioles ke alat vital terus-menerus secara rutin dalam jangka waktu panjang.

Baca juga: Apa yang Membuat Pria Punya Penis Kecil?

Khasiat bawang putih

Lantas jika cara memperbesar penis dengan bawang putih belum terbukti, adakah manfaat lain yang bisa didapat untuk kejantanan pria?

 

Bawang putih yang dioles ke alat vital tidak terbukti secara klinis mampu membesarkan penis.

Namun, para pria tetap bisa mendapatkan manfaat bawang putih untuk kejantanan dan vitalitas seksual mereka. Dengan catatan, bawang putih tidak dioles ke alat vital!

Potensi manfaat bawang putih untuk kejantanan pria pernah dibuktikan oleh penelitian terbitan jurnal American Society of Andrology.

Penelitian ini menemukan, kandungan s-allyl cysteine dalam bawang putih dapat mengatasi disfungsi ereksi (impotensi), terutama pada penderita diabetes.

Alih-alih dioles ke alat vital, manfaat bawang putih untuk pria ini bisa didapat dengan mengonsumsinya. Terbukti, kandungan tersebut dapat diserap tubuh dengan aman.

Diketahui pada pengidap diabetes, penis cenderung menghasilkan zat bernama reactive oxygen species akibat aktivitas berlebihan pada koenzim.

Hal ini yang dapat memicu gangguan ereksi pada penis. Padahal, ereksi vital perannya dalam kehidupan seks seorang pria.

Kandungan s-allyl cysteine pada bawang putih terbukti mengurangi kadar stres oksidatif (radikal bebas). Ini berdampak pada penurunan aktivitas koenzim di penis.

Oleh karena itu, kadar reactive oxygen species pun menurun dan gangguan ereksi dapat sedikit demi sedikit teratasi.

Baca juga: Berapa Ukuran Penis Ideal untuk Memuaskan Pasangan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.