Kompas.com - 06/10/2020, 08:07 WIB
Louis Vuitton Face Shield Louis Vuitton Face Shield
|
Editor Wisnubrata

"Membuat barang-barang menonjol adalah keuntungan bagi orang yang sangat kaya atau mereka yang ingin terlihat kaya. Itulah yang dilakukan label mewah."

Baca juga: Apa Merek yang Akan Bertahan di Industri Fesyen Pasca Pandemi?

Dr. Martina Olbertova, CEO dan pendiri Meaning.Global, mengakui jika pelindung wajah Louis Vuitton memang lebih berfungsi sebagai simbol status di wajah seseorang ketimbang perlindungan terhadap virus.

Namun, ia melihat arti yang lebih dalam dari apa yang dilakukan Louis Vuitton.

"Secara sekilas, apa yang dilakukan Louis Vuitton mungkin terlihat norak, atau Louis Vuitton mencoba memanfaatkan krisis masyarakat," ucap dia.

"Tetapi itu disebabkan oleh naratif yang tidak koheren. Itu tidak logis bagi kita dalam narasi seputar kemewahan yang kita ketahui."

"Pandemi ini menuntun kita untuk melihat berbagai hal dengan cara baru. Narasi lama luntur, dan kita harus memperluas pandangan kita tentang apa arti kemewahan, apa yang esensial dan perlu," tutur Dr. Olbertova.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, ia berpendapat, label mewah yang mempunyai ide untuk menciptakan alat perlindungan pribadi adalah langkah yang masuk akal. "Karena ini adalah cara masyarakat kita berkembang."

Dr. Olbertova mengatakan, pelindung wajah Louis Vuitton merupakan barang yang dapat membuat kita melihat kembali akar dari label mewah.

"Jika kita melihat ke belakang, barang mewah selalu berevolusi atau berkembang dalam hal fungsionalitas dan kebutuhan penting."

Ia merujuk pada Hermes yang merupakan pembuat jok atau sadel dan tali kekang untuk berkuda, atau Louis Vuitton yang menciptakan koper, dan Gucci memproduksi barang-barang berbahan kulit.

Halaman:


Sumber Forbes
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.