Kompas.com - 06/10/2020, 10:20 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

"Anak-anak mengandalkan orangtua untuk memahami realitas mereka dan memahami dunia. Ini dimulai sejak bayi."

Demikian dikatakan Direktur Yale Child Study Center's Program for Anxiety Disorders, Eli Lebowitz.

Merujuk pada sebuah penelitian, Lebowitz mengungkapkan, seorang bayi akan menanggapi isyarat wajah orangtua ketika memutuskan untuk merangkak di atas lantai tembus pandang.

Baca juga: Lady Gaga Ungkap Kesehatan Mental Lewat Video Klip

Bayi-bayi dari orangtua yang tampak ketakutan akan berhenti merangkak. Mereka yang orangtuanya tampak tenang, tetap terus merangkak.

Namun sebagai manusia, -tentu saja, orangtua juga perlu merasakan kecemasan.

Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19, kebakaran hutan, rasisme, ketidakamanan finansial, atau karena memang mengidap gangguan kecemasan klinis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya saja, semua kondisi itu perlu diakui oleh orangtua kepada anak-anak mereka secara langsung, dengan cara yang sesuai usia mereka.

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.