Mengapa Kita Mudah Sakit di Musim Pancaroba seperti Sekarang?

Kompas.com - 06/10/2020, 11:00 WIB
Ilustrasi sakit shutterstockIlustrasi sakit

KOMPAS.com - Selama musim pancaroba atau peralihan musim seperti sekarang ini kamu mungkin merasakan cuaca yang tidak menentu, beberapa wilayah bahkan sudah mulai merasakan hujan.

Selain cuaca yang tidak menentu, kamu mungkin juga sering merasakan banyak angin besar yang terasa "tidak enak". Pada akhirnya sebagian dari kita menjadi lebih mudah terserang penyakit.

Mengapa banyak orang cenderung lebih mudah sakit di musim pancaroba?

Ternyata, Medical Editor SehatQ, dr. Anandika Pawitri, MRes menjelaskan, kelembapan dan suhu udara pada musim pancaroba memang mendukung kuman penyebab penyakit berkembang biak.

"Pada musim pancaroba kelembapan dan suhu udaranya cocok untuk kuman penyebab penyakit," ungkap dr. Anandika kepada Kompas.com.

Beberapa penyakit yang biasa muncul ketika musim pancaroba, di antaranya flu, batuk, hingga Demam Berdarah Dengue (DBD).

Faktor cuaca yang kurang baik juga membuat banyak orang cenderung lebih enggan berolahraga dan malas bergerak. Jika dikombinasikan dengan pola makan yang tidak sehat, maka seseorang akan lebih rentan sakit.

"Bila tidak berimbang antara aktivitas fisik, nutrisi seimbang dan istirahat maka berisiko rentan terserang penyakit," tambahnya.

Baca juga: Masuki Pancaroba, Selain Covid-19 Masyarakat Diminta Waspadai DBD

Dr. Anandika membagikan beberapa tips sederhana yang bisa kita praktikkan di rumah agar kesehatan dan kebugaran tubuh lebih terjaga selama masa pancaroba, sehingga kita tidak akan mudah sakit:

  • Mengatur jadwal aktivitas fisik. Seperti pedoman American Heart Association, usahakan berolahraga minimal 150 menit per minggu. Kamu bisa melakukan aktivitas fisik sederhana seperti jalan kaki, lari, naik-turun tangga, atau bisa juga aktivitas fisik moderat lain.
  • Istirahat cukup. Orang dewasa pada umumnya membutuhkan tidur delapan jam sehari.
  • Menerapkan pola makan sehat dengan mengutamakan komposisi karbohidrat, protein, vitamin mineral dan serat yang harus diperhatikan. Manfaatkan aplikasi nutrisi yang dapat digunakan untuk membantu mengatur kombinasi makanan sehat. Hindari junk food, makanan tinggi kolesterol, makanan berminyak, serta alkohol untuk menjaga fungsi hati yang sangat berperan dalam metabolisme tubuh.
  • Mengonsumsi multivitamin bila merasa sulit memenuhi kebutuhan vitamin dari asupan sehari-hari dan direkomendasikan oleh dokter.
  • Tetap menerapkan prinsip 3M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X