Kompas.com - 07/10/2020, 07:00 WIB
. Thinkstockphotos.

“Jika kamu mengalami segala bentuk pelecehan dalam hubungan, itu jadi peringatan yang jelas bahwa kamu harus mengakhirinya,” kata psikolog dan pelatih kencan Madeleine Mason Roantree.

Madeleine menambahkan, kekerasan fisik yang terjadi ada dua jenis.

Baca juga: Cara Cepat Move On Setelah Putus Cinta

Pertama, kekerasan terjadi hanya karena seseorang "kelepasan" saat marah. Hal ini juga perlu mendapatkan penanganan, namun masih bisa diampuni.

Kekerasan kedua, yang seharusnya dijadikan alasan untuk memutuskan hubungan adalah kekerasan yang dilakukan secara berulang.

“Terutama (bila dilakukan) secara sistematis, di mana perilaku adalah cerminan dari karakter seseorang dan kurangnya kemampuan untuk mengendalikan emosi dan dorongannya,” kata dia.

Namun, jika kamu masih memaafkan kekasihmu yang sudah melakukan kekerasan berulang kamu mungkin sedang berada dalam hubungan yang toxic.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya akan mengatakan itu adalah tanda yang jelas bagimu untuk pergi,” kata Madeleine

3. Kamu bukan lagi prioritas

Pasangan seharusnya ingin meluangkan waktu untuk satu sama lain.

Jadi, jika pasangan lebih suka pergi dengan teman-temannya daripada menghabiskan waktu denganmu, kamu harus mempertanyakan alasannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.