Kompas.com - 07/10/2020, 13:44 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Misalnya, kita mengakui telah membentaknya, namun kembali menyebutkan kesalahannya, ini tidaklah benar.

5. Jangan merusak permintaan maaf yang baik dengan membuat alasan

Misalnya kita mengatakan sedang banyak tekanan di kantor dan terbawa sampai di rumah. 
"Ayah sedang mengalami hari yang berat. Ayah tahu seharusnya aku tidak seharusnya teriak, nanti kalau kamu sudah bekerja dan punya anak, kamu pasti juga akan berteriak sepertiku!

6. Contohkan bagaimana seharusnya sikap bertanggung jawab orangtua

Meminta maaf atau mengungkapkan penyesalan atas kesalahan yang kita lakukan akan mendorong anak untuk belajar memaafkan dirinya sendiri kelak saat menghadapi masalah.

Baca juga: Jessica Iskandar Dikritik karena Cium Bibir Anak, Ini Penjelasan Psikolog


7. Lakukan koreksi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Katakan maaf dan coba perbaiki situasi, misalnya dengan mengatakan.

"Maaf, Sayang, ibu tidak bermaksud membentakmu. Biar kucoba lagi. Ini yang ingin aku katakan.”

8. Buat rencana untuk waktu berikutnya

Anak akan belajar banyak jika kita mau bertanya kepadanya apa yang bisa kita lakukan jika masalah yang sama kembali terjadi suatu hari. Lalu, buatlah janji untuk mengikutinya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.