Badan Nyeri dan Sakit, Bisa Jadi Gejala Stres!

Kompas.com - 08/10/2020, 15:11 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Stres terkadang membuat kita tidak bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Stres yang berkepanjangan juga bisa menyebabkan reaksi pada fisik, misalnya nyeri di tubuh.

"Pada dasarnya, stres yang kita alami itu tidak selalu menyebabkan kondisi tertentu. Tapi stres memang akan memperburuk gejala sakit yang timbul," kata ahli penyakit dalam, Richard Lang.

Berikut ini gejala- gejala stres yang bisa berdampak negatif bagi tubuh seperti yang dilansir dari laman Cleveland Clinic.

1. Nyeri otot

Stres dapat menyebabkan nyeri atau pegal pada otot. Parahnya, nyeri ini menjadi tanda kalau kita terserang radang sendi.

Menurut American Psychological Association (APA), saat sedang mengalami stres, otot biasanya menjadi tegang. Saat stres hilang, otot akan melepaskan ketegangan.

Baca juga: 4 Tips Mencegah Badan Pegal Linu Ketika Bangun Tidur

2. Meningkatkan detak jantung

Percaya atau tidak, stres bisa meningkatkan detak jantung. Terlalu banyak hormon stres kortisol dapat memperburuk kondisi jantung dan paru-paru. Termasuk menyebabkan penyakit jantung, kelainan irama jantung, tekanan darah tinggi, stroke, serta asma.

Selain itu, stres juga dapat menyebabkan sesak napas dan napas terengah-engah. Jika kita merasakan nyeri di dada atau jantung berdebar-debar, segera temui dokter untuk mencegah kondisi yang serius terjadi.

3. Kulit gatal-gatal

Mungkin belum banyak yang tahu, stres bisa mempengaruhi kondisi kulit kita. Apabila kita memiliki kondisi kulit seperti eksim, rosacea, atau psoriasis, maka stres dapat memperburuk keadaan. Stres juga dapat menyebabkan gatal-gatal, keringat berlebih, bahkan kerontokan rambut.

Baca juga: Ini Cara Membedakan Anak Alergi Dingin atau Pilek

Ilustrasi.triocean Ilustrasi.

4. Gangguan pencernaan

Korelasi nyata karena stres benar-benar terlihat dalam sistem pencernaan. Mulai dari gejala yang sederhana seperti nyeri, gas, diare, sembelit, hingga kondisi yang lebih kompleks seperti sindrom iritasi usus besar dan asam lambung (GERD).

Saat stres, kita cenderung untuk makan lebih banyak ataupun lebih sedikit yang membuat pola makan jadi tidak sehat. Jika stresnya cukup parah, kita bisa merasa mual.

Baca juga: Apa Penyebab Gerd? Kenali Juga Ragam Faktor Risikonya

5. Sakit kepala dan bahu

Efek stres pada tubuh dapat bergerak melalui segitiga ketegangan yang meliputi kepala, rahang, dan bahu. Berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan pengobatan seperti manajemen stres dan kecemasan.

6. Melemahkan sistem imun

Kita membutuhkan sistem imun yang kuat untuk melawan penyakit, tetapi stres justru melemahkannya.

Ketika sistem imun tubuh melemah, kita jadi rentan terserang flu, kondisi autoimun, dan radang usus.

Untuk meningkatkan kekebalan, biasakan untuk makan yang sehat dan olahraga. Yang terpenting, melatih sistem kekebalan dengan mengurangi rasa stres.

Baca juga: Sakit Kepala dan Vertigo, Apa Bedanya?

7. Masalah kesehatan mental

Stres dapat membawa gejala depresi dan kurang bergairah. Orang juga cenderung makan dengan buruk dan kurang berolahraga saat stres, yang membuat kondisi tubuh semakin memburuk.

Merasa stres juga akan membuat kita makin larut dalam kesedihan dan membawa masalah pada kesehatan mental. Namun, gejala stres bisa terobati jika kita tidak menunda untuk berkonsultasi dengan ahlinya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X