Kompas.com - 09/10/2020, 21:15 WIB
ilustrasi kombucha shutterstock/stockcreationsilustrasi kombucha
|
Editor Wisnubrata

Kombucha, seperti minuman lain yang melalui proses fermentasi alami, memiliki sifat probiotik atau bakteri "baik" yang dianggap baik untuk kesehatan usus dan membantu menyeimbangkan mikrobioma.

Sebuah studi tahun 2018 menunjukkan, bahwa memiliki mikrobioma yang seimbang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, kesehatan usus juga dapat mencegah  demensia, serta penyakit kronis lainnya seperti diabetes tipe 2 dan kanker.

Memiliki antimikroba

Sebagai hasil dari proses fermentasi, kombucha juga mengandung asam asetat yang telah terbukti memiliki sifat antimikroba.

"Asam asetat dapat membunuh banyak mikroorganisme berbahaya seperti jamur candida dan bakteri penyebab infeksi lainnya," kata konsultan nutrisi RSP, Mona Cabrera.

Meskipun tidak ada penelitian yang memastikan bahwa kombucha dapat mencegah jenis infeksi ini, kekuatan antimikroba asam asetat dipelajari dengan baik.

Baca juga: Sumber Probiotik Tak Cuma Ada di Makanan Fermentasi

Risiko minuman kombucha

Selama masih dalam keadaan sehat dan tidak ada intoleransi makanan tertentu, tidak ada risiko serius untuk minum kombucha rendah gula.

Namun, kombucha ternyata juga dapat menyebabkan perut kembung dan ketidaknyamanan di perut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X