Kompas.com - 11/10/2020, 16:06 WIB

KOMPAS.com - Saat anak memasuki usia remaja, orangtua perlu mengubah pola asuhnya. Sebab anak cenderung lebih mengikuti teman-teman sebayanya dan bisa saja melawan perintah orangtua.

Perubahan perilaku anak didorong oleh faktor pola pikir, hormonal, fisik, psikologis, dan emosional. Di usia remaja, anak lebih senang bersama teman sebaya dan sedang dalam proses pencarian jati diri.

Remaja laki-laki biasanya bertindak lebih berani jika dibandingkan remaja perempuan. Emosi mereka lebih tidak stabil dan mudah terpancing.

Berikut tips mengasuh anak laki-laki di usia remaja seperti dikutip The Guardian.

1. Jangan mempermalukannya

Di usia remaja, sangat mungkin bagi anak laki-laki salah mengambil keputusan dan melakukan tindakan yang semestinya.

Saat hal itu terjadi, orangtua jangan sampai mempermalukannya atas keputusan yang diambil. Apalagi sampai memarahinya di muka umum.

Lebih baik memperingatkan mereka secara tegas tetapi dengan cara halus terkait pilihannya yang salah.

Baca juga: Anak dan Remaja Rentan Kekerasan Verbal di Masa Pandemi

2. Beri motivasi

Dari segi akademis, biasanya di usia remaja anak laki-laki kurang berprestasi secara akademik. Orangtua harus tetap memotivasinya, bukan malah menyalahkan karena nilai yang didapatkan tidak sesuai harapan.

Beri tahu anak tentang perubahan hormonal, otak, dan fisik yang memengaruhi perilakunya. Dengan begitu anak tidak berpikir diri mereka bodoh, melainkan sedang berkembang.

Ilustrasi remaja pacaranshutterstock Ilustrasi remaja pacaran

3. Bersikap penuh kasih sayang

Meskipun orangtua merasa frustasi menghadapi remaja laki-laki yang melawan, jangan lupa untuk tetap memperlakukannya penuh kasih sayang.

Ucapkanlah panggilan sayang padanya dan tunjukkan rasa sayang itu lewat tindakan. Ingatkan anak jika orangtua tetap menyayanginya bagaimanapun keadaannya.

Baca juga: Perasaan Terisolasi pada Remaja Berdampak Jangka Panjang

4. Pilih metode komunikasi yang tepat

Saat remaja laki-laki berbuat kesalahan, kebanyakan orangtua lebih memilih untuk mengomel dan memberikan ribuan wejangan.

Cara itu sama sekali tidak efektif. Alih-alih mengomeli, kenali metode komunikasi yang tepat sesuai kepribadian anak untuk membangun hubungan dengannya. Entah dari segi waktu, nada suara, maupun kontak mata langsung.

5. Jadikan rumah sebagai tempat berkumpul

Anak laki-laki senang sekali bermain dengan teman-temannya di usia remaja. Orangtua mungkin khawatir anaknya akan terjerumus ke hal negatif.

Alih-alih melarang mereka bermain, sebaiknya ubah suasana rumah menjadi lebih aman dan nyaman untuk anak serta teman-temannya berkumpul. Dengan begitu anak tetap bisa bermain sambil diawasi oleh orangtua.

Baca juga: 5 Pembelajaran bagi Orangtua untuk Bentuk Kepribadian Anak

6. Ceritakan kisah inspirasi

Sesekali remaja laki-laki perlu diceritakan kisah tentang orang-orang baik dan orang-orang yang sempat gagal atau melakukan kesalahan dalam hidup tapi pada akhirnya berhasil sukses.

Cerita seperti itu bisa membuat anak lebih bertanggung jawab dengan tindakannya.

7. Cintai anak apa adanya

Setiap remaja laki-laki ingin diakui, didengar pendapatnya, dan benar-benar dicintai setulus hati. Orangtua perlu mencintai dan menghormati anak laki-lakinya apapun pilihan hidupnya. Jangan paksa mereka berkembang sesuai keinginan orangtua.

Baca juga: 5 Cara Menghadapi Anak Remaja yang Keras Kepala

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Guardian


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.