Kompas.com - 12/10/2020, 09:32 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

Sebagai gambaran, sebuah survei yang dilakukan Healthline terhadap lebih dari 2.000 responden, dilaporkan bahwa pola BAB mereka adalah sebagai berikut:

  • Hampir 50 persen responden BAB satu kali dalam sehari, sementara 28 persennya dua kali sehari. Hanya 5,6 persen yang melaporkan BAB hanya satu atau dua kali seminggu.
  • Kebanyakan responden (61,3 persen) melaporkan waktu BAB mereka rata-rata di pagi hari, sementara 22 persennya di siang hari dan hanya 2,6 persen yang BAB di malam hari.
  • Hampir 31 persen responden melaporkan konsistensi tinja mereka mirip dengan sosis atau ular, dengan konsistensi yang halus dan lembut.

Beberapa hal memengaruhi seberapa sering kita BAB, antara lain:

1. Pola makan
Serat larut dan tidak larut dalam bentuk biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan dapat membuat feses lebih solid, sehingga mendorong BAB lebih mudah. Jika kamu tidak mengonsumsi makanan ini dalam jumlah yang signifikan, mungkin itulah yang menyebabkan BAB tidak teratur. Konsumsi cairan juga membuat tinja lebih lembut dan lebih mudah dikeluarkan. Inilah mengapa banyak dokter menyarankan untuk meningkatkan asupan cairan jika seseorang sering mengalami sembelit.

2. Usia
Semakin tua usia seseorang akan semakin besar kemungkinan mengalami sembelit. Kondisi tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk berkurangnya pergerakan lambung yang mendorong pencernaan, berkurangnya mobilitas, dan minum lebih banyak obat yang dapat memperlambat kesehatan usus.

3. Tingkat aktivitas
Peristaltik adalah gerakan usus bagian dalam yang mendorong bahan makanan yang dicerna untuk dibuang sebagai kotoran. Gerakan peristaltik dapat dibantu melalui aktivitas fisik, seperti berjalan kaki atau melakukan bentuk olahraga lain.

4. Penyakit kronis atau akut
Beberapa penyakit kronis, seperti penyakit radang usus, dapat memengaruhi pola buang air besar, diikuti dengan periode sembelit. Penyakit akut, seperti viral gastroenteritis (flu perut) atau cedera yang mengharuskanmu mengonsumsi obat pereda nyeri dapat menyebabkan perubahan pola buang air besar. Sebab, obat tersebut dapat memperlambat aktivitas usus.

Baca juga: Amankah Bergantung pada Kopi Agar BAB Lancar?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kapan perlu ke dokter?
Setiap orang mengalami perubahan buang air besar dari waktu ke waktu. Namun, perubahan yang berlangsung lebih dari seminggu mungkin perlu perhatian serius.

Ada juga beberapa gejala yang mengindikasikan kamu mungmin perlu mencari pertolongan medis. Beberapa di antaranya:

  • Ada darah pada tinja, yang mungkin tampak merah atau hitam dan memiliki konsistensi seperti bubuk kopi.
  • Muntah darah, muntah seperti kopi bubuk, atau sesuatu yang tampak seperti kotoran.
  • Kurang buang air besar dalam lebih dari tiga hari.
  • Sakit perut yang parah dan menusuk.

Jika sering mengalami masalah sembelit, buang air besar, atau diare, kamu mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter kemungkinan akan melihat riwayat medis dan meninjau obat yang kamu minum untuk menentukan apakah ada obat yang dapat menyebabkan sembelit atau diare.

Dokter juga dapat merekomendasikan perubahan gaya hidup dan pola makan yang dapat meningkatkan keteraturan BAB.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.