Kompas.com - 12/10/2020, 19:51 WIB
Wabup Sumedang H Erwan Setiawan saat sidak ke pabrik tekstile di kawasan industri Jatinangor, Rabu (6/5/2020). Dok. Humas Pemda Sumedang/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHWabup Sumedang H Erwan Setiawan saat sidak ke pabrik tekstile di kawasan industri Jatinangor, Rabu (6/5/2020). Dok. Humas Pemda Sumedang/KOMPAS.com

Sementara, India menghasilkan lebih dari 6,4 juta metrik ton kapas di akhir musim panen.

Pemakaian pestisida

Bahan kimia potensial digunakan untuk merawat kapas.

Sementara industri kapas konvensional mencakup 2,6 persen tanah dunia dan industri ini menggunakan 6 persen pestisida secara global, serta 16 persen insektisida.

Air yang tercemar dari industri mengalir ke sungai dan saluran air lainnya yang tidak hanya membahayakan kehidupan laut tetapi juga manusia.

"Seperti yang dikatakan Vandana Shiva, tidak ada spesies yang dengan sengaja merancang kepunahannya sendiri, tetapi dengan industri pertanian yang kita miliki," kata perancang busana berkelanjutan, Katharine Hamnett.

"Industri fesyen adalah salah satu industri paling berpolusi di dunia yang menyebabkan kesengsaraan manusia, biaya hidup sangt besar, dan kerusakan lingkungan yang besar pula," lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mengenal Slow Fashion, Mode Berkelanjutan demi Kelestarian Bumi

Kapas organik lebih ramah lingkungan

Kapas organik tidaklah sempurna tetapi jauh lebih baik bagi lingkungan daripada kapas konvensional.

Diketahui, kapas organik menggunakan 88 persen lebih sedikit air daripada kapas konvensional karena sebagian besar ditanam di daerah tadah hujan, sehingga mengurangi tekanan pada pasokan air lainnya.

Ketika kapas dibudidayakan secara organik, strategi rotasi tanaman dan praktik pembangunan tanah digunakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Sumber livekindly
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.