Kompas.com - 14/10/2020, 11:51 WIB
Cara-cara untuk menanggulangi pandemi flu Spanyol di tahun 1918 seperti penggunaan masker kembali digunakan di masa pandemi Covid-19. ABC NEWS/SIMON WINTER via ABC INDONESIACara-cara untuk menanggulangi pandemi flu Spanyol di tahun 1918 seperti penggunaan masker kembali digunakan di masa pandemi Covid-19.

Pengalaman pasien Nevada itu juga menunjukkan bahwa kasus reinfeksi bisa saja bisa lebih serius daripada yang pertama.

Dalam beberapa laporan sebelumnya, orang yang terkena Covid-19 dua kali tampaknya memiliki kasus yang lebih ringan atau bahkan tanpa gejala ketika terinfeksi kedua kalinya.

Ini menunjukkan bahwa infeksi sebelumnya mungkin memberi beberapa perlindungan kekebalan. Nah, studi baru mempertanyakan apakah efek itu selalu terjadi atau tidak.

Asisten profesor epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Dr. Michael Mina, menjelaskan melalui Twitter bahwa apa yang dialami pasien Nevada bisa jadi kebetulan.

Satu kasus reinfeksi serius dari lebih dari 7,8 juta kasus Covid-19 di Amerika Serikat menurutnya sangat jarang terjadi.

Reinfeksi sangat penting untuk membangun sistem kekebalan kita. Tapi seperti apa pun, ketika cukup banyak orang yang terpapar ulang, akan ada kasus langka di sana-sini, di mana seseorang itu bisa saja lebih sakit ketika terinfeksi untuk kedua kalinya," tulis Mina.

Baca juga: Tercatat Kematian Pertama akibat Reinfeksi Corona, Studi: Tak Ada Jaminan Imunitas

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam komentar yang menyertai studi baru tersebut, seorang profesor imunobiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Yale, Akiko Iwasaki mencatat bahwa kemungkinan ada banyak infeksi sekunder ringan atau asimtomatik yang tidak terdeteksi.

"Karena kurangnya pengujian dan pengawasan yang luas, kami tidak tahu seberapa sering infeksi ulang terjadi di antara individu yang sembuh."

“Kasus infeksi ulang asimtomatik hanya dapat ditemukan melalui uji komunitas rutin, misalnya, dan kita mungkin meremehkan jumlah infeksi ulang asimtomatik itu," tulisnya.

Baca juga: Masker Dapat Mengurangi Keparahan Penyakit Saat Terinfeksi Covid-19

Tak perlu panik
Meski ada kasus reinfeksi yang lebih serius daripada kasus pertama, namun rekan penulis studi, Pandori, mengatakan studi baru ini bukanlah alasan untuk panik dan tidak boleh menggoyahkan kepercayaan publik terhadap vaksin yang akan datang.

Halaman:


Sumber Time
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.