Kompas.com - 14/10/2020, 14:36 WIB
Ilustrasi diet SHUTTERSTOCK/YURIY MAKSYMIVIlustrasi diet

Selain itu, diet puasa juga bisa membuat massa otot menurun karena resting metabolic rate turun. Begitu juga dengan resting energy expenditure.

"Saat puasa panjang, massa otot menurun karena protein otot dipecah dijadikan gula. Kerugiannya susah lagi menurunkan berat badan, jadi mudah gemuk," ujar dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah itu.

Baca juga: Mindful Eating Kunci Sukses Diet, Pahami Cara Melakukannya...

Tapi dikatakan oleh Juwalita, untuk beberapa orang diet ini bisa dicoba. Misalnya perempuan yang akan menikah dalam waktu 3-6 bulan lagi dan ingin menurunkan berat badan dalam waktu singkat.

Selain itu diet puasa juga cocok untuk orang-orang yang tidak ingin pantang makanan tertentu.

"Mereka tetap bisa makan apapun dan menurunkan berat badan sebanyak 2,5 - 9,9 persen, termasuk massa ototnya juga turun," imbuh Juwalita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.