Herd Immunity Bisa Melindungi Kita Setelah Terinfeksi Covid-19?

Kompas.com - 15/10/2020, 13:19 WIB
Ilustrasi jalan kaki danielvfungIlustrasi jalan kaki
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Selama masa pandemi Covid-19 ini berlangsung, muncul dorongan-dorongan untuk mengembangkan vaksin melawan virus SARS-CoV-2.

Kabarnya, jika para ilmuwan dapat melakukannya dengan cepat, kita dapat memperlambat penyebaran penyakit dan menekan kematian dengan membangun kekebalan kelompok ( herd immunity) menggunakan vaksin.

Meski demikian, masih banyak yang tidak kita ketahui tentang kekebalan setelah pemulihan dari Covid-19, termasuk berapa lama itu bertahan.

Padahal mengetahui berapa lama kekebalan bertahan adalah kunci yang sangat penting dalam membuat protokol vaksinasi.

Lauren Rodda, PhD, senior postdoctoral bidang imunologi di University of Washington School of Medicine, mengatakan bahwa mereka belum mengetahui secara pasti bagaimana orang yang terinfeksi Covid-19 secara berulang bisa menjadikebal.

"Masih butuh waktu untuk melihat keterpaparan ulang orang terhadap virus ini dan menentukan apakah mereka jadi sakit,” terangnya.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Immunity pada hari Selasa menemukan, bahwa orang yang pulih dari Covid-19 yang ringan bisa menghasilkan antibodi yang diyakini memberikan perlindungan terhadap infeksi setidaknya 5-7 bulan atau lebih lama.

“Kami menyimpulkan bahwa antibodi diproduksi tubuh secara stabil setidaknya 5-7 bulan setelah infeksi SARS-CoV-2,” jelas ketua tim peneliti sekaligus ahli imunobiologi di University of Arizona College of Medicine, Deepta Bhattacharya.

Tim tersebut telah menguji hampir 30.000 orang di Arizona sejak 30 April lalu, tak lama setelah mereka mengembangkan tes darah untuk virus corona.

Meskipun temuan ini menjanjikan, para peneliti belum memeriksa apakah selama proses pengujian ada orang yang terpapar virus lagi dan apakah antibodi yang mereka hasilkan cukup untuk melindungi dari infeksi berulang.

Baca juga: Benarkah Herd Immunity Satu-satunya Jalan Hentikan Pandemi Corona?

Sebelum tes terbaru ini dilakukan, Rodda mengatakan bahwa penelitian menunjukkan antibodi dapat menangkal virus selama 3 bulan.

Rodda juga menemukan, bahwa orang yang pulih dari Covid-19 ringan memiliki sel B memori dan sel T memori dengan ciri khas fungsionalitas.

Sel memori memberikan ingatan pada sistem kekebalan kita dari mikroba penyerang sebelumnya, sehingga memungkinkannya untuk merespon lebih cepat dan lebih kuat saat mikroba itu datang lagi.

Artinya, jika orang kembali terkena virus maka sel-sel memori bersama dengan antibodi kemungkinan besar akan melindungi orang itu dari gejala dan penularan lebih lanjut.

Lalu, pada studi berbeda yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine, para peneliti di Islandia mempelajari 1.107 orang yang telah pulih dari Covid-19 dan dites positif untuk antibodi antivirus.

Selama jangka waktu 4 bulan, mereka menemukan bahwa antibodi antivirus terhadap Covid-19 tidak menurun.

Di sisi lain, ada pula penelitian yang belum menganggap antibodi benar-benar positif dan membuat kita kebal terhadap virus.

Menurut kepala divisi penyakit menular di Hackensack University Medical Center, Dr. Steven Sperber, untuk beberapa infeksi, antibodi dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi ulang atau bisa meringankan penyakitnya.

Berkaca pada kasus lain, antibodi mungkin juga tidak memberikan perlindungan sama sekali. Sampai saat ini belum ada yang memastikan berapa lama perlindungan dari antibodi dapat bertahan.

Baca juga: Studi: Herd Immunity untuk Melawan Covid-19 Dinilai Tidak Efektif

Herd immunity sendiri dianggap sebagai konsep yang baik untuk melindungi banyak orang, apakah dengan memperoleh kekebalan dari infeksi atau menerima vaksin, asal dilakukan dengan terkendali.

"Hal ini penting karena ada orang-orang di komunitas kami (bayi, orang tua, orang yang sistem kekebalannya lemah) yang tidak bisa diimunisasi dan mereka harus mengandalkan kita semua dalam mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi mereka,” katanya.

Rodda sangat menyayangkan jika ada orang-orang yang memiliki ide buruk untuk membiarkan penyakit menyebar tanpa terkendali dalam upaya mencapai herd immunity lebih cepat.

Para ahli mengatakan, cara terbaik untuk maju melawan Covid-19 adalah dengan mengembangkan vaksin yang efektif.

Vaksin akan membantu kita mengendalikan virus dengan menciptakan herd immunity. Memahami bagaimana sistem kekebalan kita merespon virus adalah langkah penting dalam pengembangan vaksin.

Beberapa vaksin sedang dalam pengembangan, tetapi kita harus tetap memperketat protokol kesehatan dengan mencuci tangan sampai bersih, menjaga jarak secara fisik, dan memakai masker untuk mencegah penularan.

Baca juga: Herd Immunity Sulit Dicapai untuk Menghentikan Covid-19, Menurut WHO



Sumber Healthline
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X