Kompas.com - 15/10/2020, 17:11 WIB

KOMPAS.com - Pola asuh Nia Ramadhani tengah menjadi sorotan. Hal ini dikarenakan video yang memperlihatkan caranya mendidik anak beredar di media sosial.

Ada dua video yang diperbincangkan oleh warga net tentang pola asuh Nia. Video pertama memperlihatkan ia dan anak pertamanya, Mikhayla Zalindra Bakrie tengah bicara berdua.

Dalam video itu, Nia tampak memuji anak pertamanya karena selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk orangtuanya. Perempuan berusia 30 tahun itu juga mengingatkan anaknya untuk bersyukur.

Di video kedua, Nia dan Mikhayla kembali terlibat pembicaraan berdua. Namun bedanya kali ini isti Ardi Bakrie itu menegur anaknya karena bertindak tidak sopan.

Cara Nia menegur anaknya banyak dipuji karena ia tidak membentak atau menggunakan cara kasar. Malah dirinya memberi nasihat bijak agar sang anak selalu berpikir sebelum berbicara.

Baca juga: Cara Nia Ramadhani Didik Anak Banjir Pujian, Seperti Apa?

Psikolog anak Jovita Maria Ferliana turut memuji cara Nia mendidik Mikhayla. Terutama saat menasihati anaknya berpikir dulu sebelum berbicara.

"Nasihat itu sekaligus melatih anak untuk controlling diri karena setiap perilaku punya konsekuensi," kata Jovi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (15/10/2020).

Selain itu, cara Nia berbicara hanya berdua saja dengan anaknya juga memberikan manfaat untuk perkembangan anak nantinya.

Pembicaraan yang dilakukan secara personal membuat anak merasa dirinya dihargai oleh orangtuanya. Hal ini dikarenakan anak diberi waktu dan ruang khusus untuk mengutarakan pendapat.

Baca juga: Hindari Memarahi Anak di Depan Orang Lain

Cara tersebut juga bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak untuk membicarakan hal apapun dengan orangtuanya. Entah itu hal ringan, hal memalukan, atau bahkan sesuatu yang sensitif.

"Manfaatnya membuat jalinan relasi antara anak dengan orangtua lebih dekat. Anak merasa bisa berbicara apa saja ke orangtuanya dengan aman dan diterima," jelas Jovi.

Saat terlibat pembicaraan berdua saja, orangtua juga bisa lebih memahami dan mengenal karakter anak secara personal. Sebab tak dipungkiri karakter masing-masing anak berbeda

Dari pembicaraan berdua itu orangtua bisa lebih objektif terhadap anak dan bisa memberikan perlakuan sesuai kebutuhan anak.

Selain itu, untuk anak berbicara dari hati ke hati dengan orangtuanya bisa membuat ia merasa percaya diri dan berharga.

"Ujung-ujungnya ke self love, anak bisa menumbuhkan rasa cinta diri sejak dini karena merasa dirinya spesial bagi orangtuanya. Sebab orangtua mau meluangkan waktu untuk berbicara khusus dengannya," kata Jovi.

Jovi menambahkan, saat anak merasa dirinya spesial, maka ia akan mencintai dirinya sendiri.

Baca juga: 5 Cara Mengajari Anak Sportif Menerima Kekalahan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.