Kompas.com - 15/10/2020, 21:18 WIB
Ilustrasi bayi mengisap jempol shutterstockIlustrasi bayi mengisap jempol

KOMPAS.com – Menjelang kelahiran anak keduanya, artis Chelsea Olivia melakukan sleep training kepada anak pertamanya, Nastusha Olivia Alinskie.

Lewat fitur Instagram Story-nya, Chelsea bercerita tentang pengalaman saat melakukan sleep training.

Dia menyebut, sejak hari pertama Nastusha berhasil tidur sendiri, dan hal itu terus berlanjut hingga hari kelima kemarin.

Baca juga: Sehun EXO Ternyata Takut Tidur Sendiri, Ada Apa?

“Hari ke lima Nastusha sleep training. Terima kasih sayangku membuat perjalanan menyapih ini tidak sesulit bayangan kita,” tulis Chelsea.

Kendati anaknya tidak rewel, ternyata sleep training terasa berat bagi Chelsea. Hal ini karena dia sudah terbiasa tidur bersama Nastusha selama empat tahun.

Diakui istri Glenn Alinskie itu sleep training membutuhkan kesiapan dari sisi anak dan orangtua. Sebab hal itu dilakukan anak bersama orangtua.

Manfaat sleep training

Sleep training alias melatih anak tidur sendiri memberikan beberapa manfaat bagi anak. Pertama membentuk kebiasaan agar anak bisa tidur mandiri.

“Jadi anak tahu kapan dia mau tidur dan kalau terbangun di malam hari, anak bisa tidur kembali tanpa harus meminta bantuan orangtua.”

Demikian kata psikolog anak Jovita Maria Ferliana saat dihubungi Kompas.com, Kamis (15/1 /2020).

Manfaat selanjutnya adalah anak bisa tidur lebih nyenyak.

Baca juga: Chelsea Olivia Ungkap Beratnya Menyapih Buah Hati agar Tidur Sendiri

Dikatakan Jovi, ada penelitian yang mengatakan anak menjadi lebih pulas dan kualitas tidurnya lebih baik saat tidur di kamar sendiri.

Hal ini karena anak tidak mendengar suara lain yang bisa mengganggu tidurnya. Beda halnya apabila anak masih tidur dengan orangtua.

Bisa saja anak terbangun di tengah malam karena suara dengkuran orangtua atau saat orangtua hendak ke kamar mandi.

Manfaat yang terakhir adalah orangtua secara tidak langsung mengajarkan anak tentang aturan, batasan, dan sopan santun.

Sleep training bisa dijadikan cara untuk mengenalkan anak dengan konsep privasi.

“Mempersiapkan anak untuk masa remajanya nanti karena dia akan punya privasi. Anak jadi tahu bahwa ada ruang untuk dirinya sendiri dan ada ruang untuk orang lain,” imbuh Jovi.

Dengan mengerti tentang sopan santun dan batasan, otomatis saat anak memiliki kamar sendiri, ia tidak bisa lagi sembarangan masuk ke kamar orangtua.

Baca juga: Wulan Guritno Tak Berani Tidur Sendiri

Begitu juga sebaliknya, orang lain tidak boleh sembarangan masuk ke kamar anak. Dengan begitu anak memahami bahwa setiap orang memiliki ruang privasi.

“Jadi bisa bilang ke anak, ‘kalau mau masuk kamar mama ketuk pintu dulu. Nanti mama juga kalau mau ke kamar kamu ketuk pintu dulu’."

"Jadi mengajarkan konsep privasi,” sebut Jovi lagi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X