10 Makanan yang Mempercepat Proses Penuaan Kulit

Kompas.com - 16/10/2020, 10:42 WIB
Ilustrasi kentang goreng. ShutterstockIlustrasi kentang goreng.

KOMPAS.com - Seiring bertambahnya usia, organ tubuh termasuk kulit mengalami penuaan. Tapi ada dua hal yang bisa mempercepat proses penuaan kulit sehingga seseorang tampak lebih tua dari usia sebenarnya.

Faktor pertama adalah paparan sinar matahari, karenanya sangat penting untuk menggunakan tabir surya setiap akan keluar rumah.

Kedua adalah pembentukan advanced glycation end products (AGEs) dari pola makan. AGEs terbentuk ketika protein atau lemak bercampur dengan gula. Banyak makanan yang dapat memicu pembentukan AGEs.

Cara terbaik untuk mencegahnya adalah mengatur pola makan. Usahakan untuk selalu mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang dan hindari makanan pembentuk AGEs.

Melansir Healthline, berikut 10 makanan yang dapat mempercepat proses penuaan kulit :

Baca juga: Penuaan Kulit Orang Asia Lebih Lambat, Apa Alasannya?

1. Kentang goreng cepat saji

Bagi penggemar makanan cepat saji, kentang goreng pasti termasuk menu andalan. Tekstur gurih dan rasa asin membuat banyak orang menyukai kentang goreng.

Akan tetapi, kentang goreng yang dimasak dengan minyak bersuhu tinggi melepaskan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel pada kulit.

Paparan radikal bebas mempercepat proses penuaan karena memengaruhi molekul DNA dan melemahkan elastisitas kulit.

Belum lagi rasa asin yang didapatkan dari garam dapat menghilangkan air dari kulit. Akibatnya kulit mengalami dehidrasi dan membuatnya lebih rentan terhadap kerutan.

Baca juga: Bukan Junk Food, Ini Makanan untuk Perbaiki Mood

2. Roti tawar putih

Ketika karbohidrat olahan bercampur dengan protein akan langsung membentuk AGEs yang bisa menyebabkan penyakit kronis dan proses penuaan.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti roti tawar putih dapat menyebabkan peradangan pada tubuh yang berkaitan dengan proses penuaan.

Ilustrasi roti tawar homemade alias buatan sendiri. Dibuat tanpa oven, pakai panci saja. PIXABAY/D90JOE Ilustrasi roti tawar homemade alias buatan sendiri. Dibuat tanpa oven, pakai panci saja.

3. Gula putih

Gula termasuk makanan yang bisa menyebabkan masalah kulit seperti jerawat. Gula juga berkontribusi pada pembentukan AGEs yang merusak kolagen.

Saat kadar gula meningkat, proses AGEs Ini dipercepat bahkan lebih jika sinar matahari terlibat.

Baca juga: Ketimbang Gula, Madu Lebih Baik untuk Anak-anak, Benarkah?

4. Margarin

Penelitian menunjukkan margarin lebih buruk dibanding mentega asli dalam jumlah sedang. Hal ini dikarenakan margarin mengandung minyak terhidrogenasi parsial dalam jumlah tinggi.

Asam lemak trans ini membuat kulit lebih rentan terhadap radiasi ultraviolet yang dapat merusak kolagen dan elastisitas.

5. Daging olahan

Pepperoni, bacon, dan sosis adalah contoh daging olahan yang bisa berbahaya bagi kulit. Daging ini tinggi natrium, lemak jenuh, dan sulfit.

Senyawa tersebut dapat membuat kulit dehidrasi dan melemahkan kolagen karena memicu terjadinya peradangan.

Baca juga: Sebabkan Obesitas, Mengapa Masih Banyak Orang Menyukai Makanan Olahan?

6. Produk susu

Sebagian orang tidak bisa mengonsumsi produk susu karena makanan tersebut malah bisa meningkatkan peradangan dalam tubuh. Peradangan dapat memicu stres oksidatif yang merupakan penyebab utama penuaan dini.

7. Soda dan kopi

Soda dan kopi memang tidak berdampak langsung ke kulit. Tapi kafein yang tinggi bisa membuat seseorang kurang waktu tidur.

Tidur yang buruk meningkatkan tanda-tanda penuaan seperti banyak lingkaran mata hitam, keriput, dan garis halus.

Halaman:


Sumber Healthline
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X