Kompas.com - 16/10/2020, 11:00 WIB

2. Pembersihan
Marie Kondo menggunakan teknik sederhana untuk menilai apakah dia benar-benar perlu menyimpan suatu barang, yakni dengan bertanya pada dirinya sendiri apakah barang itu masih memancarkan kegembiraan (sparking joy).

Bagi Kondo, kegembiraan adalah perasaan yang tidak bisa dia jelaskan, yang bisa didapatkan ketika dia menyentuh, melihat atau menggunakan suatu objek.

Jika percikan kegembiraan itu tidak dirasakannya, maka Kondo akan melepaskannya.

Jika kamu memiliki setumpuk pakaian yang kamu masih bingung akan melepaskannya atau tidak, sisihkan saja dulu. Kemudian, kembali lagi nanti dan melihatnya lagi satu-satu.

Jika masih bingung, kamu bisa menanyakan beberapa pertanyaan berikut pada dirimu sendiri:

  • Kapan terakhir kali aku memakai pakaian ini? Terkadang, kita terikat pada pakaian hanya karena alasan sentimental, meskipun kita tidak memakainya selama berbulan-bulan. Cara praktisnya adalah menyingkirkan barang-barang yang dirasa tidak perlu dipakai selama lebih dari enam bulan.
  • Apakah masih muat? Tidak hanya untuk saat ini, namun kamu juga perlu mengingat perencanaan ke depan. Misalnya, jika kamu berencana diet dan nanti ukuran tubuhmu akan lebih kecil, maka pakaian yang sekarang tidak muat mungkin nantinya akan kamu butuhkan.
  • Apakah berguna untuk saat ini atau acara tertentu? Tidak semua pakaian akan berguna setiap hari, tetapi bukan berarti kita harus langsung membuang gaun, jas atau pakaian renang kita. Pakaian masih bisa dipertahankan jika mereka memiliki tujuan untuk digunakan pada momen tertentu.

Nah, setelah kamu selesai memilah tumpukan pakaian yang akan dilepaskan, carilah tempat yang menerima sumbangan pakaian bekas. Jangan membuang pakaianmu begitu saja, karena salah satu tujuan hidup minimalis adalah keberlanjutan.

Ingat, bukan hanya mengurangi. Sebaliknya, kita membuat sebuah pakaian dapat digunakan kembali dan didaur ulang sebanyak mungkin.

3. Mencari tahu gaya pribadi
Di awal kita sudah mencari tahu tentang kebutuhan sehari-hari. Nah, sekarang saaynya mencari tahu apa yang kita inginkan dari pakaian yang ada.

Pertimbangkan memakai pakaian yang membuatmu menjadi versi diri sendiri yang terbaik, termasuk ketika memilih jenis kain, warna dan ukuran yang pas.

Pada tahap ini, kamu perlu memutuskan apakah kamu lebih memilih warna netral daripada warna-warna mencolok, lebih suka pakaian flowy daripada yang ketat, atau lebih suka gaya sporty daripada gaya boho yang chic.

Tren datang dan pergi, tetapi memiliki gaya pribadi yang khas membantumu tampil dalam versi terbaik, sekaligus memudahkanmu ketika mengambil pakaian dari lemari.

4. Merawat pakaian yang dimiliki
Lemari pakaian yang minimalis hanya efektif jika kamu merawat pakaian dengan baik. Jika tidak, kamu harus membeli lebih banyak pakaian baru untuk menggantikan pakaian yang rusak. Pada akhirnya, kondisi itu mengalahkan tujuan keseluruhan latihan.

Untuk jumlahnya, setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Cobalah untuk mengaturnya secara detail, termasuk mengatur jumlah pakaian dalam, kaos kaki, hingga scarf jika kamu gemar mengenakan aksesori atau menggunakan hijab.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.